August 14, 2016

Kehilangan

Hilang. Kini telah disadari sedikit dari sekian banyak yang hilang. Manusia yang alfa ini dengan kuat nya menyatakan bahwa ia akan mampu menghadapi semua kehilangan. Tapi, semesta tahu seberapa banyak keteledoran pada setiap langkahnya itu.

Jika kaki saja berkata tidak untuk melangkah, mengapa nafsu mu masih bersikukuh saja melangkah? Secuil hal itu saja akan membawamu pada kata 'hilang'.

Jika hanya dengan mengatakan TIDAK saja kau bisa tenang, mengapa masih kau jawab YA untuk hal yang tidak kau fahami sendiri?. Dan bertambah lah ia.

Jika dan banyak jika yang menamparku keras, bahwa rasa syukur kepadaNya mulai menipis. Iman. Ya, ini yang harus mulai dipupuk dan disiram kembali.

Selamatkan aku ya Allah. Dari segala hal yang membuatku jauh dariMu. Hamba ingin menjadi yang terbaik bagimu. Hanya untuk Mu :')

Corat coret malam. Garut, 14 Agt 16.

March 29, 2016

Membangun pilar-pilar dakwah


Membangun pilar-pilar dakwah:
1.       Quwwatul iman
2.       Quwwatud da’wah
3.       Quwwatul amal
4.       Quwwatul ‘ilm
Ilmu terbgi menjadi dua, ilmu yang berkaitan dengan fardu ain dan fardu kifayah.
Usahakan sebisa mungkin kita bisa berkontribusi dalam hal ini.
Fardu ‘ain : ilmu akidah, ilmu ibadah, ilmu yang berkaitan dengan akhlak (thd Allah, Rasul, sesama, dsb), ilmu yang berkaitan dengan hubungan antara masnusia, ilmu yang berkaitan denga dakwah. Semua itu terangkum dalam kisah Nabi Lukman. Hal ini berkaitan dengan minhajjul hayyah.
Fardu kifyah : harus sampai pda kadar cukup untuk melayani sesama umat muslim.

Membaca adalah bagian dari ibadah kepada Allah swt. Jangan kalah membaca dengan orang non-muslim. Membaca lah dengan menyebut nama Allah swt. Orang-orang shaliha ialah orang yang paling banyak membaca dan menulis, agar orng semakin ingat kepda Allah swt.
 Allah berikan berbagai macm fenomen kd manusia, dan tdk akan diberikan kefhaman kpd siapapun kecuali org yang berilmu! – Hal ini termaktub dalam QS Al Anfal

QS.10:101 telitilah apa2 yang ad di langit dan apa2 yang ada di bumi

Untuk di kalangan kaum wanita misal aisyah menjadi salah satu guru para sahabat.
Salah satu guru imam syafii adalah wanita.

Jangan ragu untuk memperdalam ilmu, maka jadilah hamba yang semakin takut kepada Allah :’)

Yang paling takut kepada Allah adalah orng yang berilmu (ulama) – Al Hadits.
5.       Quwwatul maal
Dakwah itu memerlukn materi tetapi jangan menghalalkan segala cara. Aset utama adalah SDM.
Tidak ada perintah untuk menjadi mustahik baik dalam Al Quran maupun Al Haidits! Harus ada etos kerja dan harus ada akhlak kerja.
Wanita tidak diwajibkan mencari rizki tetapi tidak dilarang mencari rizki dengan syarat tidak melanggar tugas pokoknya sebgai istri dan sebgai ibu bgi anak2. Contoh nyata yaitu khadijah. Wanita puny leluasa utuk beramal melalui maal nya tsb.
Setelah nabi hijrah k madinah, yang paing panjang tangannya adalah zainab, dan beliau yang paling banyak memberi.
Tugas pokok perempuan jangan sampai kalah tugas nya oleh maal.
6.       Quwwatul jism
Kekuatan fisik ini sangat penting, islam mengajarkn demikian. Untuk melahirkn perlu fisik yang kuat. Pda zaman Rasul, kaum wanitanya kuat2 dan sehat2. J
Nusyaibah mampu menunggang kuda dengan keceptan yang luar biasa!
QS.8:60 àsiapkanlah untuk menghadapi orang kafir, apa saja yang mereka sanggupi. Dengan persiapan itu kamu menggetarkn musuh Allah dan musuhmu dan mereka yang tidak kamu ketahui.
Lakukan tindakan preventif. Syarat: Halal, toyib, dn tidak berlebihan.
Calon ibu harus mengerti masalah gizi! Kaum wanita harus olahraga yang cukup! Ga harus yang berat2, nyapu, ngepel, nyiram di Al iffah J
7.       Quwwatul akhlak
Akhlak adalah aktivitas spontan di jalan Allah. Sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Tidak lagi disruh2, karena sudah berlaku secara otomatis baik dalam keadaaan lpang maupun sempit. Selalu menjaga shalat di awal waktu. Berinterksi dengan baik dengan al quran. Selain itu berinteraksi dengan baik dengan orang tua.
Akhlak kepada Allah tidak berbuat syirik.- QSLukman: yaa bunayya laa tusyrik billah
Akhlak kepada Rasul ittibaa’urrasul
Akhlak kepada sesama manusia -- > orng tua: birrul walidain. Yang lain nya : tidak menganiaya, tepat janji, dsb.
8.       Quwwatul jamaa’ah / ukhuwah
Sekuat2nya pribadi kalo tetep sendirian, akan sulit untuk bertahan.
QS.Ash-shaff:4
Jnganlah kalian bercerai berai dalam berukhuwah, karena org2 musyrik sangat berat terhadap diin yang kalian seru. Jangan mnjadi kader yg biasa memporak porandakan ukhuwah. Kita berlomba bukan kompetisi, yang direbut itu terbatas dalam kompetisi, tapi kalo lomba hadiahnya tidak terbatas, surga itu luas.
Jamaah ini adalah jamaah minal muslimin menuju jamaah muslimin. Tidak boleh mengkafirkan jamaah di luar.
9.       Quwwatud du’a
Jangan lupa, kekuatan terbesar itu adalah dari Allah. Nabi dan Rasul saja yang sudah dipilih Allah tetaap senantiasa berdoa kepda Allah, apalagi kita g ada yang menjamin. Bahkan doa ini diperintah oleh Allah! à ud’uuni astajib lakum (40:60)
2:186; syarat doa diijabah ada 2à 1. istijabahilah/songsong/sambut/lkukan apa yang menjdi perintah Allah dan 2. berimanlah kepada Allah.
Hafalkan! QS.Nuh:28; 7:151 “rabbighfirlii waliakhii, wa adkhilnaa fii rahmatika wan anta arhamurraahimiin”

Kalender dan Libur Nasional 2016

Buat yang sering kebingungan karena versi yang berbeda di setiap kalendar, berikut ini kalender dengan libur nasional yang terpercaya sesuai dengan SK pemerintah Indonesia. Here you goooo ^^


sumber : http://www.chockysihombing.com/kalender-2016-indonesia/


Hari Libur Nasional Tahun 2016
1 Januari (Tahun Baru 2016 Masehi)
8 Februari (Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili)
9 Maret (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938)
25 Maret (Wafat Yesus Kristus)
1 Mei (May Day / Hari Buruh Internasional)
5 Mei (Kenaikan Yesus Kristus)
6 Mei (Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW)
22 Mei (Hari Raya Waisak 2560)
6-7 Juli (Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah)
17 Agustus (Hari Kemerdekaan RI)
12 September (Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriyah)
2 Oktober (Tahun Baru Islam 1438 Hijriyah)
12 Desember (Maulid Nabi Muhammad SAW)
25 Desember (Hari Raya Natal)
Jadwal Cuti Bersama Tahun 2016
4, 5 dan 8 Juli (cuti bersama Idul Fitri 1437 Hijriyah)
26 Desember (cuti bersama Natal)

Referensi dari situs Kemenko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) :

September 07, 2015

Being a mom :)

The time comes when you never felt how your mom was  feeling 'something' on her life. Something when she want to cry but she has to smile because of you, when she want to sleep tight but she got something annoyed on her back while she always keep her smile. :)

It's not about she was hypocrite with her feeling but it's caused she has loved you so much. 

January 02, 2015

Perbanyak amal saja :)


Apa kabar sobat reader?

G berasa kita sudah memasuki tahun 2015. Makin tua yang pasti hehee  :)

Sobat, sore ini, tepat hari kedua di tahun baru. Saya sedikit memilih beranjak sejenak dari aktivitas forecast, kerjaan rutinan kantor, (libur2 masih aja kerjaa hhee #tisumanatisu). Saya mencoba sedikit mengulas pandangan saya tentang suatu pertanyaan yang sudah cukup common yaitu memilih bekerja di sebuah perusahaan (pekerja) atau berwirausaha (pengusaha). Sekaligus memenuhi salah satu permintaan teman baik saya. Hanya saja, saya mohon maaf karena baru bisa saya bahas saat ini, padahal harusnya tahun kemarin, 2014. :'D

Bagi saya, mau jadi pekerja atau pengusaha tidak ada masalah. Pilihan keduanya sah sah saja. Bukankah yang Tuhan kita tuntut itu soal amalan kita? Bukan menyoal menjadi pekerja atau pengusaha?

Hanya memang kenapa menjadi pengusaha itu lebih memiliki peluang masuk surga lebih besar, salah satunya bisa jadi karena amalan yang lebih besar sehingga Alloh menurunkan rahmat-Nya. Semisal, peluang infaq yang lebih besar, memberikan kebahagiaan ke banyak orang karena memberikan lapangan pekerjaan lebih besar, dsb. Kita tidak bisa silau dengan hal demikian saja. Tak bisa kita pungkiri bahwa soal masuk surga/neraka itu hak prerogratif Alloh buat umatnya, semua atas dasar kasih sayang/rahmat-Nya. Nah, yang patut di garis bawahi berarti kata kasih sayang/rahmat-Nya. Bagaimana kita meraih empati-Nya agar semakin menyayangi kita? Maka ini akan menjadi dasar kita, harus beramal seperti apa agar kita disayangi-Nya.

Menyikapi hal tersebut, pembina saya di asrama waktu di kampus dulu memberi point penting dalam hal beramal. Bagi ummat muslim, jelas beliau, sah saja bekerja/beramal dimanapun selama kita ada dalam tiga koridor berikut:

1. Akidah atau keyakinan kepada Alloh swt meningkat.
2. Semakin membuat kita giat untuk beribadah.
3. Peranan dakwah, saling mengingatkan untuk melakukan hal yang benar dan mencegah hal yang keji/buruk, menjadi semakin baik.

Ketiga point di atas berkaitan erat satu sama lain.

Point pertama, soal akidah, ini menjadi hal yang sangat penting. Saat pekerjaan ataupun usaha bertentangan dengan keyakinan kepada Rabb kita, maka jelas sudah itu tidak diperbolehkan. Malah, membuat kita semakin jauh dari kasih sayang-Nya. Semisal, bikin usaha perdukunan, ato persantetan. Hehe ngeri banget. *-* Semoga kita terhindar dari segala bentuk kesyirikan ya sob.

Point kedua, ibadah. Saat akidah kita tak tergoyahkan, maka ibadah pun semakin terasa menjadi manis, menjadi suatu kebutuhan. Apa yang terlintas dalam fikiran sobat ketika saya sebut ibadah? Sholat? Puasa? Yap, cukup benar.. Tapi makna ibadah tak sesempit itu. Sebagaimana yang telah kita fahami dalam ilmu fikih, ibadah ini terbagi dua yaitu mahdhoh dan ghoir mahdhoh.. Ibadah mahdhoh ini terbagi dua lagi yaitu ibadah mahdhoh muqoyyad yaitu ibadah utama yang sudah Alloh tentukan waktu khusus dan waktu utamanya serta tata caranya. Misalnya, sholat lima waktu, puasa senin kamis atau puasa di bulan ramadhan, dsb. Yang kedua yaitu ibadah mahdhoh muthlaq, ibadah ini 'amm tidak ditentukan secara mutlak waktunya maupun caranya, jadi dapat dilaksanakan selama sesuai dengan ketentuan syara', misalnya membaca Al Quran, dzikir sebelum tidur, dsb. Sedangkan ibadah ghoir mahdhoh ini ibadah umum yang sebenarnya mubah, namun bisa bernilai ibadah tergantung maqoshid atau tujuannya. Misalnya, belajar di kelas, memberi senyuman kepada orang lain, dsb. :)
Jadi, kalau mau makin Alloh sayang sama kita, berarti kita pun harus semakin rajin ibadah dalam bentuk apapun. ^^

Nah, point ketiga ini dakwah. Serem gak denger kata dakwah? Hehe Kalo simple kata dari saya, dakwah adalah berbagi kenikmatan beribadah :)
So, sobat yang merasakan point dua tadi dengan sepenuh hati, inshaa Alloh akan merasakan manisnya hidup sekalipun dalam kondisi sulit. Hanya karena Tuhan kita telah mencurahkan rasa itu bagi hamba-Nya yang terpilih. Rasanya kurang cukup jika dinikmati sendiri sehingga dakwah, yang menjadi kata formal untuk berbagi nikmat tadi, merupakan salah satu sarana menggapai perhatian-Nya. Kita saling memberitahu bahwa itu benar atau salah dengan cara yang baik dan benar. Jadi, akan semakin banyak orang yang merasakan manisnya menjalani aktivitas baik itu, baik berwirausaha maupun menjadi pekerja karena yang diperhitungkan adalah kedekatan kita dengan Rabb kita, Alloh swt.
 
So, kapanpun, dimanapun, mau jadi apapun... Point utama umat muslim dalam beramal bukan soal jadi apa atau posisi jabatan yang mana tapi pointnya adalah beribadah, memenuhi semua yang Sang Pencipta, Alloh swt, harapkan dari kita :)

Yuk, perbanyak amal. Berlomba-lomba dalam kebaikan! :)



  (sumbe gambar: noorjehan79.blogspot.com)




Salam hangat,
Jakarta dalam gerimis,
 2 Januari 2015