Showing posts with label my poetry. Show all posts
Showing posts with label my poetry. Show all posts

January 24, 2012

Jiwa


Jiwa,
dimana harus ku sapa engkau?

Pada rumputkah? namun diam.
Pada bebatuankah? namun diam
Pada langitkah? namun diam.
Pada siapa?

Mungkin ini, 
pada rumput tasbih ini ku temui
bukan kamu harta
bukan kamu tahta
bukan kamu 

tapi, 
ini aku
jiwaku ku temui dalam taman sajadah ini
aku ada dalam ke-khusyuk-an ini
bak aliran sungai mengalir
begitu tenang
begitu indah
begitu segar
namun gemetar terbawa arus
gemetar dalam hanyut

ku temui
ku temui
ku temui
diriku dalam senduku
aku pasrah
aku lemah
tak ada dayaku

aku menyesal,
aku menyesal,
aku menyesal
Jiwa, inginku bertemu dengan pencipta-Mu.

December 17, 2011

Idealisme Kami


Betapa inginnya kami
agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai
daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga
bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu
yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta
yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci;
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah

terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta.

August 17, 2010

Cinta

"disana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi"
(Salim A. Fillah)

adalah sejatinya manusia yang dalam fitrahnya punya rasa cinta.