Showing posts with label Berbagi. Show all posts
Showing posts with label Berbagi. Show all posts

March 08, 2013

Ini tentang semangat ^_^


Semangat itu mesti lahir dari iman. Dan iman itu adanya disini (tunjuk dada). Yepp, semangat itu masalah keyakinan, otomatis akan berlabuh ke niat. Jadi, jika hendak kau tumbuhkan semangat, bangun niat itu tertegak tak tergoyahkan.

Bangun niat yang benar. Kebenaran yang lahir dari kalamNya, sunnah utusan-Nya, dan laku para mushlihin.. Agar sikap pun tak sempat berpihak pada ketidakbenaran. Hingga, yang lahir cukup hanya kemaslahatan. Mungkin kadang, sergapan kemalasan timbul hingga sadar atau tidak, keluhan demi keluhan telah hinggap. Itulah fungsi Allah mempersaudarakan aku, kamu, dia, dan mereka, agar saat-saat inilah kita mampu saling mengingatkan, menyemangati, bahkan saling membantu.

Well, itu tentang semangat dari dalam diri... kadang suasana pun perlu mendukung. Ini salah satu lagu yang dari dulu paling saya suka biar bikin semangat super hiperbol buat nyemangatin diri sendiri. Musik dan lagu nya agak aneh sih, tapi liriknya oke punya :D

Bondan Prakoso ft. Fade2Black

Bondan :
Usaplah keringat yang mengalir membasahi keningmu
Angkatlah ke atas dagumu yang tertunduk layu
Jangan menyerah... Jangan mengalah...
Bangunkan, bangkitkan semangat juangmu hingga membara
Yakinkan, pastikan ini puncak segalanya
Berbanggalah karena kau adalah.. SANG JUARA!!!

Titz:
Kau luapkan energi terhebatmu
Terangi bumi dengan peluh semangatmu
Hadirkan buih keringat, basuhi raga
Basahi kulit, basahi jiwa, lalu busungkan dada

Lezz:
Keringat adalah hasil...
Jerih payahmu terbayar dengan semangat yang kau ambil
Terbang tinggi menuju awan
Dimana kau bisa lupakan semua lawan

Santoz:
Stiap langkah, stiap jiwa di tiap langkah
Mulai bercerita wakilkan smua mimpi-mimpi yang tenggelam
Siap menantang bumi
dan... KAU ADALAH PEMENANG!!!

Reff:

Bangunkan, bangkitkan semangat juangmu hingga membara
Yakinkan, pastikan inilah puncak segalanya
Berbanggalah karena kau adalah... SANG JUARA!!!

Buat apa menangis, jika masih ada senyum
Buat apa kau mundur, kawan... jika hidup berjalan maju
Bila kau terjatuh, sgera bangkit dan bangun
Pusatkan fikiran dan tetap maju
F ke O dan K ke U...S
FOKUS, konstan! Tetap lihat ke depan kawan
Genggam erat pegangan, lihatlah titik tuju
Raih pusat sasaran, jadilah nomer satu

Bangunkan, bangkitkan semangat juangmu hingga membara
Yakinkan, pastikan inilah puncak segalanya
Jangan menyerah... Jangan mengalah...
Berbanggalah karena kau adalah... SANG JUARA!!!

March 03, 2013

Dik, simaklah ini..


Mungkin ini tak mampu menghapus penuh pilu mu.. tapi dengarlah ini..
Pesan seorang penulis yang saya kagumi integritasnya..

Jangan habiskan air mata menangisi seseorang
yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita

Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang
yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita

Hidup ini memang kadang ganjil sekali,
Ada milyaran orang, tapi kita menambatkan hati hanya pada satu orang saja
Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja

Hidup ini memang kadang rumit sekali,
Ada banyak hari esok, tapi kita tidak beranjak
Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam

Hidup ini memang kadang menyebalkan sekali,
Ada begitu banyak tempat, tapi kita masih di situ-situ saja
Ada begitu banyak pilihan kendaraan, tapi kita tidak segera naik
Masih saja disana. Menatap kosong kesibukan sekitar.

Sungguh, jangan habiskan waktu kita
Untuk seseorang yang tidak pernah tahu
Bahwa kita menghabiskan waktu demi dia

 --- Tere Liye ---

March 01, 2013

The great day



Bingung harus diawali dari mana celotehan saya ini, namun kita sepakat bahwa "bismillahirrahmaanirrahiim" adalah bagian penting mengawali suatu kegiatan. Hanya dengan harap, hadir keberkahan dalam aktivitas ini dan tetap ada dalam ridho-Nya. Aamiin

Izinkan saya mengupas sedikit terlebih dahulu saat moment wisuda ini terjadi tepatnya di gedung Graha Widya Wisuda IPB hari Rabu, 27 Februari 2013, yang menjadi saksi rasa haru biru itu.

Dulu, saya hanya berfikir wisuda hanya ceremonial saja. Tak penting, malah ribet! Kini, saya mulai faham. Saya rasakan 'ruh' itu hadir saat moment ini, walau jasad kadang dihinggapi kantuk. Namun, fikiran melesat jauh ke depan dengan penuh harap pada-Nya. Moment ini bukan ajang berbangga diri, siapalah diri kita ini dihadapan-Nya, ini adalah moment mengembalikan semangat ruh pertanian dalam arti luas. Nasihat demi nasihat membisik dalam hati dalam setiap moment wisuda ini. Sedih rasanya, apalagi saat sambutan rektor dan perwakilan alumni, setiap kata adalah ingatan halus yang menampar saya membangunkan semangat juang itu yang mungkin sempat tertidur. Sungguh, diri ini merasa kecil dan sangat tak berarti apa-apa. Begitu besar ni'mat dan kucuran karunia-Nya.  Hingga tanpa diduga, mengalir perlahan rasa haru itu. Doa dengan segenap harap! Yap, saat itulah moment wisuda yang paling berkesan bagi saya. 


Ceremonial pun usai, kami pun keluar dari ruangan, berdesakan memang, tak nyaman rasanya. Tapi rasa syukur jauh melebihi rasa kegerahan di siang itu. Sambutan meriah dari sana sini membuat saya merasa semakin kecil. Betapa Maha Besar Allah yang membuat rasa bahagia ini mengalir begitu lembut. Sapaan hangat, ucapan selamat dengan wajah penuh ketulusan, hadiah terbaik dengan aliran doa, saya rasakan kehangatan dekapan ukhuwah. 


Hadiah ini dan bentuk doa-doa lainnya yang menjadikan saya semakin malu, semakin merasa kecil, semakin berharap pada Allah, mampukan saya memberikan yang terbaik bagimu dan semoga Allah membalas dengan yang lebih baik dari ini :'). Sungguh, persembahan terbaik ini bukanlah tanpa rencana. Betapa indah alunan ukhuwah itu mengalir. Semakin bersyukur saya mengenal kalian.
Perjalanan ukhuwah mengajarkan saya untuk memiliki kesabaran, pengorbanan serta kesetiaan. Perjalanan ukhuwah memberikan saya banyak pengalaman berharga dan hal luar biasa yang terjadi. Iman dan Khusnudzon menjadi landasan dalam persaudaraan ini…
Saya telah merasakan perkenalan yang begitu akrab, bahkan kesepakatan dalam hati. Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat.
Mohon maaf atas segala kesalahan baik perbuatan, perkataan, bahkan terlebih prasangkaku padamu…Tetaplah menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati, dan menjadi cahaya bagi orang-orang di sekitar. Jazakumullah khoiran katsir... 
Karena akan selalu ada orang-orang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga akan membawa sepotong hatimu  -Tere Liye-
Sesungguhnya Engkau tahu, Bahwa hati ini telah berpadu, Berhimpun dalam naungan cintaMu, Bertemu dalam ketaatan, Bersatu dalam perjuangan, Menegakkan syariat dalam kehidupan. Maka, Kuatkanlah ikatannya, Kekalkanlah cintanya, Tunjukilah jalan-jalannya, Terangilah dengan cahayamu, yang tiada pernah padam, Ya Rabbi bimbinglah kami.

February 25, 2013

Jangan jadi "budak" Cinta


Berbicara masalah cinta, tentu cinta adalah hal yang fitrah. Perasaan ini dominan tumbuh di kaum muda. Apa itu cinta? Saat saya bertanya, maka sederet jawaban memberikan kesimpulan cinta itu abstrak, tak mampu di definisikan secara sempurna.

Semoga berkenan menyimak sedikit celotehan saya tentang cinta. Kata yang membumi, bahkan melangit, namun absurd pemahaman.

Dasar cinta itu ada di hati dan cinta bukanlah segalanya. Ia sebagaimana bentuk emosi lainnya, takut, harap, benci, dsb. Namun, mestinya dilekatkan pada sesuatu yang lebih agung apalagi saat dilekati kata 'abadi', betapa sepantasnya bukan dijadikan sebagai tujuan, tapi sebagai bekal yang awet dalam hidup kita untuk memenuhi tugas kita di muka bumi sebagai hamba Allah dalam beribadah pada-Nya dan mengelola karunia-Nya.

Begitu banyak kisah tentang masalah percintaan ini. Paling populer diantaranya, cinta ala Laila Majnun atau Romeo Juliet.  Dua kisah yang menggambarkan 'gilalova', kegilaan akibat cinta. Mungkinkah? Tentu, sangat mungkin. Tak ada yang salah dengan cinta, namun akan menjadi rusak pemaknaannya jika ia mengikuti jejak kegilaan cinta tsb.

Cinta berjalan di hadapan kita dengan mengenakan gaun kelembutan. Tapi sebagian kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan. Dan sebagaian yang lain mengikutinya untuk melakukan kejahatan atas nama cinta 
~Kahlil Gibran~

Love is sweet torment ~ cinta adalah siksaan yang manis. (Maria dalam novel Ayat-ayat Cinta). Maka dalam cinta ada saat menikmati kesengsaraan, galau, dan kesedihan. Namun semua itu adalah emosi. Dalam Al Quran sudah sangat jelas, selayaknya sebagai seorang mukmin mampu menaklukkan emosi.

Sejatinya, keindahan pemaknaan cinta perlu dibangun dengan pilar yang lebih rapi. Dalam filsafat nilai, ada tiga nilai kesempurnaan universal, yaitu nilai kebenaran (logika), nilai kebaikan (etika), dan nilai keindahan (estetika). Logika mesti menempati tertib pertama, karena tanpa ini, nilai kebaikan dan keindahan bisa menjadi absurd. Kalau kata ust. Salim A fillah, setidaknya akan menjadi pincang dan tak utuh karena tak menapak di atas nilai kebenaran. 

Amor vincit omnia (cinta menaklukkan segalanya), tidak!. Kita mampu menaklukan emosi kita, berarti kita mampu untuk tidak menjadi budak cinta. Mampukanlah untuk menaklukkan cinta. Sungguh, menjadikan kata cinta menjadi sebuah kekuatan bukanlah hal yang tak mungkin. Mengelolanya pada jalan ketaqwaan lah cara terbaik. Itulah namanya pilihan, karena Allah mengilhamkan kepada jiwa jalan takwa dan durhaka (QS. 91:8). Hingga pada pilihan  ini, Allah menjanjikan keindahan bagi mereka yang berhasil, yaitu surga :) (QS 79:40-41). 

Mari, mulai bangun cinta di "jalan cinta para pejuang", versi ust. Salim. Beliau menjelaskan lebih lanjut, langkah awal yang perlu dibangun adalah komitmen. Komitmen adalah ikrar kerelaan berkorban, memberi bukan meminta, berinisiatif tanpa menunggu, memahami dan bukan menuntut. Komitmen adalah ikatan kesetiaan.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kalian yang melepas ikatan kesetiaaan dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia cintai, dan mereka pun mencintai-Nya (QS 5:54)

September 01, 2012

Kebetulan? Could it be?!

Saya mau sedikit coret-coret tentang sesuatu yang kadang nge'ganjel' di hati.. :p
Kadang ada yang bilang.. "itu cuma kebetulan aja..."  ah saya fikir semua g ada yang kebetulan! Hidup kita sudah ter-setting dengan rapi dan terbaik buat pribadi kita. Masing-masing perjalanan itu ujian, ujian buat kita untuk melihat siapa yang paling bertakwa di hadapan Allah swt. Seperti dalam firman Allah swt. berikut ini:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS al-‘Ankabuut [29]: 2-3)
So, dalam setiap kejadian yang kita alami pasti ada 'hikmah' yang tersembunyi. Hikmah itulah yang bisa semakin meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah swt atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hikmah ini akan semakin mudah didapat tergantung dari kedekatan hati kita kepada Allah. Tapi kalo difikir2 general banget ya? Saya pun dulu bingung.. maksudnya apa? Nah, alhamdulillah saya mendapat inspirasi saat mengikut ta'lim di Al Iffah bahwa hati yang dekat itu, hati yang sensitif. Loh maksudnya apa tuh? Saya makin bingung awalnya. Malah mikir berarti sering nangis kalo ada yang nyakitin gitu ya saking sensitifnya?? hehee  *begitu sekilas hati saya berbisik. Tapi ustadz melanjutkan bahwa hati yang sensitif yaitu hati yang pandai membedakan antara yang hak dan yang batil. Hati yang seperti ini perlu di asah karena ini butuh ilmu dan pengalaman. Alat yang paling ampuh yaitu Al- Quran. Nah loh gimana caranya? Berinteraksi yang benar dengan Al Quran adalah prosesnya. Bukan cuma dipegang atau dibawa-bawa di tas aja kawan. Tapi interaksi yang dianjurkan kata beliau ada lima point penting yaitu (1) Tilawah, (2) Mentadaburi Al Quran, (3) Mengamalkan isi dari Al Quran, (4) Mendakwahkan Al Quran, dan (5) Menegakkan Al Quran itu sendiri. Mantep banget, subhanallah yaaa ^^ Semoga dimampukan Allah untuk melakukannya. Lebih jelasnya, insyaAllah semoga saya mampu meluangkan waktu untuk menuliskan penjelasannya mengenai pembahasan lima point di atas. 

Wallahu'alam bish showab... ^^
Bukan berarti saya menulis ini sudah pandai menghadapi setiap ujian itu dan mengasah hati dengan baik. Saya tetap belajar, InsyaAllah. Semoga ilmu yang saya dapat ini bisa diaplikasikan dengan baik oleh saya pribadi dan bisa diambil manfaatnya oleh pembaca [kalo ada yang baca..ehehe].
CMIIW

June 09, 2012

Aku, Lega... :p


Rasa syukur yang teramat mendalam hari ini bisa hadir di pernikahan kakaknya saudariku tersayang. Entah mengapa langsung tertuju pada laptop ini. Rasanya ada hal yang berbeda. Lega. Ya, itu sepertinya... Mungkin selama ini aku belum terlalu pandai untuk berbagi. Tapi kini ku rasakan kehangatan persaudaraan itu.

Sekitar pukul 8 pagi kami mulai bertolak dari kampus menuju tempat resepsi pernikahan. Awal mula perjalanan, yang ada hanya lagu... Berangkat tanpa kata, sedikit-sedikit sindiran dariku..hehe karena jujur aku tak suka dengan lagu yang diputar. (maaf ya kawan ^^) Hingga akhirnya, lagu berubah menjadi cukup nyaman untuk ku dengarkan. Aku pun berkata lirih, Alhamdulillaah ^^v
Akhirnya ku mulai membuka pembicaraan, karena rasanya sayang waktu tiga jam harus ku buat aktivitas pribadiku. Hanya karena mendapatkan moment seperti itu merupakan hal yang langka. Ku buka dengan satu topik yang ada di otakku yang sudah muter-muter selama amanah itu jatuh menghampiri..(maaaf lebay). Tapi yap lega.. karena aku bisa menyampaikannya..dan respon yang baik dari saudr2ku..Innalhamdalillah.. :)

Semangat! Ya, itu yang ku dapat saat satu hal tersampaikan setelah diskusi panjang lebaarr..sedikit canda membuat semuanya menjadi terasa ringan. Pembicaraan pun secara tidak sadar melebar menjadi ke banyak hal...hingga akhirnya didapati bahwa kita "nyasar"[hweeeww.. #istighfar]. Tapi untunglah bisa balik lagi..Agaknya Pak Sopir terlalu fokus dengan diskusi itu.. hihi... Alhasil perjalanan menjadi lebih lama dari yang seharusnya.. Tapi tak apalah, ternyata hikmahnya bisa berdiskusi panjang lebar sepertinya.. Sesekali ku tertidur karena terasa penat menghampiri pelupuk mataku. 

Perjalanan berlanjut hingga salah seorang penghuni mobil menyalakan instrumen yang ku suka.. Yap, aku suka instrumen-instrumen yang menantang. Otakku setuju akan hal itu dan perjalanan rasanya menjadi seperti petualangan. Rasanya itu ku rasakan kawan, perjalanan itu mengingatkanku apakah aku tetap hidup atau mati saat itu juga. Maka lantas istighfar tetap di hati. Rasanya dosa begitu menumpuk entah sebanyak apa. Dan Allah masih begitu sangat baik, masih menutupi aib-aib itu... [semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa kita, tempatkanku dan para pembaca di sisi Mu ya Allah.. Aamiin]. Melesat juga bayangan saudaraku yang bertepatan dengan perjalananku ini, beliau dipanggil oleh Allah. [Allahummaghfirlahu..]. Pun dengan saudara sejurusanku yang saat ini sedang berjuang melawan sakit yang ia derita.. Aaah, rasanya terlalu naif jika aku masih tidak bersyukur dengan kondisiku saat ini.. Perjalanan kami lanjutkan tetap dalam situasi dan posisi masing-masing.. dan yeeeeyy Alhamdulillah.. sampai di tempat tujuan!

Situasi yang hangat, penuh sapa, penuh cinta... :)
Kurasakan kebahagiaan di tempat resepsi ituu.. beberapa kali kami berfoto bersama dan tak lupa makan bersama [^^], sampai keenyaaang.. lagi lagi kami harus berucap syukur Alhamdulillah...
Rasanya perjalanan ini...membuatku tersadar bahwa berbagi itu indah... Entah saat diperjalanan sampai di tempat resepsi dan sampai kembali lagi ke tempat asal... Mungkin inilah salah satu the power of silaturahim...

---dan satu hal yang ingin saya sampaikan untuk saudar2kuu, lega bisa berbagi dengan kalian ---- :)))))

Kulantunkan doa ini untukmu wahai saudr2ku..
Ya Allah.. Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu, telah berjumpa dalam taat padaMu, telah bersatu dalam dakwah padaMu, telah berpadu dalam membela syari'atMu. Kukuhkanlah ya Allah, ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan keindahan bertawakkall kepadaMu. Nyalakanlah hati kami dengan berma'rifat padaMu. Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Aamiin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat2nya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

Jazakumullah khoiron katsiiron telah berbagi di hari ini.. Semangat kawan!!! :D

June 08, 2012

Yuk, Jaga Hati.



Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi
Judul tulisan saya kali ini sama dengan salah satu judul nasyid gubahan AA Gym..
Saat saya menulis tentang ini maka fikiran pertama saya langsung tertuju pada buku karya Imam Ghazali. Sedikit banyak saya akan menggunakan referensi dari buku karya beliau untuk menulis tentang ini. Beliau menyampaikan bahwa seorang manusia takkan mampu mengenal Tuhannya (makrifatullah) hingga ia bisa mengenali dirinya sendiri, dan ia tidak akan mampu mengenali dirinya sendiri hingga ia mampu mengenal hatinya. Namun sayang, kebanyakan dari manusia tidak mampu mengenal hati dan dirinya. Coba mulai renungkan dan resapi..sudahkah kita mengenal hati kita sendiri?  Duhai hati yang lembut, jika jawabannya adalah YA. Innalhamdalillah..^_^ doa saya adalah semoga diistiqomahkan dalam keimanan dan keikhlasan. Tapi jika jawabannya adalah bingung atau bahkan tidak mengenal sama sekali, mari kita perbaiki bersama. Semoga Allah senantiasa memberikan karunia dan rahmat Nya kepada kita semua.Semoga Allah senantiasa menuntun kita untuk senantiasa mengenali hati kita sehingga bisa mengenali diri kita sendiri hingga membawa kita semakin mendekat kepada Allah.

Ketahuilah duhai saudarku yang berhati lembut, hati itu ibarat benteng dan setan adalah musuh yang ingin masuk ke dalam benteng tersebut. Banyak celah untuk musuh masuk melalui benteng tersebut jika kita tidak mampu memelihara benteng itu dengan baik. Pun dengan hati, saat kita tidak mampu mengelola hati dengan baik maka akan banyak celah setan masuk ke dalam hati kita. Unik caranya, halus langkahnya hingga ternyata kita terjebak dalam suatu rutinitas yang tidak Allah ridhoi. Maka, hati-hati!
Perumpamaan lain hati diibaratkan seperti cermin. Cermin itu awal mulanya bersih dan begitu mudah kita mengenali diri kita sendiri saat bercermin, pun dengan hati. Namun saat kita kotori cermin dengan kotoran-kotoran maka  yang terjadi adalah kita akan merasa sulit mengenali diri kita sendiri, pun saat hati kita dinodai oleh banyak dosa maka akan semakin sulit kita mengenali diri kita sendiri. Oleh sebab itu, mengenali jalan pintu masuk syaitan ke dalam hati kita adalah penting.

Banyak cara syaitan bertingkah, baik dengan hal yang kita senangi maupun kita benci. Pintu terlebar yang sering mudah untuk dimasuki syaitan adalah melalui amarah dan nafsu syahwat. Dikisahkan seorang wali berkata kepada Iblis, "coba perlihatkan kepadaku bagaimana kamu mengalahkan manusia", Iblis menjawab, "Aku kuasai ia saat sedang marah dan saat datang hawa nafsunya.". Pintu terlebar lain yaitu dalam keadaan dengki dan rakus. Dikisahkan ketika Nabi Nuh as. memasuki kapalnya, ia mengangkut semua yang berpasang-pasangan sebagaimana perintah Allah swt. Namun di dalam kapal ia melihat seseorang yang tidak ia kenali. Nabi Nuh bertanya "kenapa kamu ikut naik ke kapal ini?" Ia menjawab, "aku ikut ke sini untuk menimbulkan bencana ke dalam hati teman-temanmu, sehingga hati mereka akan bersamaku, dan raganya bersamamu." Nabi Nuh berkata dengan marah, "keluarlah dari kapal ini, wahai musuh Allah! Kamu benar-benar terkutuk!" Lalu iblis berkata, "ada lima hal yang membinasakan manusia. Aku akan ceritakan kepadamu yang tiga hal, dan tidak akan aku ceritakan yang dua hal." Selanjutnya Allah swt mewahyukan kepada Nabi Nuh, "kamu tidak memerlukan yang tiga hal itu. Dan sebaiknya ia menerangkan yang dua hal lagi." Nabi Nuh bertanya kepada Iblis, si penumpang gelap itu, "Apa yang dua hal itu?" Iblis menjawab, "Dua hal itu tidak membohongiku dan tidak menentangku, dan karena dua hal inilah manusia akan binasa, yaitu dengki dan rakus. Rasa dengkilah yang membuatku jadi makhluk terkutuk. Adapun rakus, telah dibolehkan bagi Adam seluruh yang ada di syurga kecuali sebatang pohon. Maka aku berhasil menggodanya karena kerakusannya."
Adakah pintu-pintu tersebut dalam hati kita? 
Pintu amarah, nafsu syahwat, dengki, dan rakus??
Saudrku,,, Problema terkait hati yang paling sering menyerang para pemuda yaitu virus merah jambu (VMJ), ini bisa hadir melalui keempat pintu yang saya sebutkan sebelumnya. Bisa karena marah dan nafsu syahwat serta dengki kepada seseorang, atau rakus dalam suatu hal hingga pelampiasannya adalah curhat kepada lawan jenisnya dengan alasan mendapatkan solusi dan pada akhirnya timbul komunikasi yang intens dan perhatikan! syaitan tertawa dengan kondisi ini. Mereka betepuk tangan atas kemenangan mereka hingga sampai kita merasa nyaman untuk senantiasa mengeluhkesahkan segalanya kepada lawan jenis. Mereka pun berpesta hingga kita terjatuh dalam kondisi khalwat. Secara tidak sadar ternyata ritme problematika ini tidak pernah surut walaupun isu mulai memudar. Tapi ternyata masih banyak yang terjangkit virus ini disadari atau tidak, dan saya jelas menyadarinya. Masih banyak ditemukan bahkan yang mengaku aktivis dakwah. Bagimu aktivis dakwah yang merasa dalam kondisi ini maka saya ingin sampaikan:
Bagimu ukhtii shalihah...masih ada saya disini bersedia mendengar semua keluh kesahmu, walau hanya dalam bentuk pesan...Bagimu ukhti shalihah, masih banyak saudarimu yang begitu memperhatikan dan menyayangimu...ingin agar kita sama-sama terjaga dalam kebaikan. Masih banyak saudara kita yang lain yang ingin saling memberikan sapaan hangat dibandingkan sekedar menanti bualan sapa dari kaum adam. Maaf jika caraku atau saudari2mu yang lain ternyata keliru untuk memberikan bentuk perhatian itu. Tapi yakinlah, yang indah menurut kita belum tentu benar dalam ketentuan-Nya. Ikhlaskanlah hatimu untuk ridha dalam ketentuan-Nya dan  siap melawan segala bentuk tipu daya syaitan. Saya dan saudarimu yang lain membersamaimu...tegur kami jika kami alfa.
Bagimu kaum adam...anjuran Allah adalah menundukkan pandangan.. Maka jadilah jundi Allah yang wala'. Mereka yang mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap Allah. Pernahkah antum bertanya kabar terkini saudara antum dibandingkan sekedar menyapa kaum hawa. Saudara antum akan lebih sedih jika kondisi ini terjadi. Akan menjadi seperti apa generasi penerus antum jika ini terus terjadi? Masih inginkah mengikuti rayuan-rayuan syaitan itu. Padahal adik-adik disana menanti bentuk perhatian dan arahan dari antum. Sadarilah bahwa syaitan membuat kita terlena atas dua hal yaitu waktu luang dan jiwa yang sehat. Gunakan kondisi tersebut dengan sebaik-baiknya agar syaitan tidak membiarkan kita terlena atasnya.
Bagimu pembela kebenaran...Sesungguhnya jual beli dengan Allah tidak akan merugi karena balasannya adalah surga, resapi Q.S.At-taubah 111-112. Bersabarlah saat harapan itu belum bisa di raih. Maknai sabar seperti di Q.S. Al-Imran:146. Sesungguhnya janji Allah itu pasti. Maka adakah yang masih antum/na ragukan untuk bergerak totalitas di jalan Allah dibandingkan sekedar bersenda gurau mengikuti ajakan musuh-musuh Allah? Relakah antum/na gadaikan jual beli yang Allah tawarkan itu dengan sesuatu yang hina? Na'udzubillah...

Mari mulai menata hati kembali, menjaganya agar tidak terkena tipu daya syaitan. Berdoa agar Allah menguatkan hati-hati kita dari segala tipu dayanya karena Allah lah yang menggenggam hati kita. Rasulullah saw memberikan tiga contoh tentang hal itu dalam sabda-sabda beliau: (1) "Perumpamaan hati itu seperti seekor burung pipit yang bolak-balik setiap saat" (HR AlHakim dan AlBaihaki) (2) "Perumpamaan hati itu seperti sebuah kuali yang dalam keadaan menggelegak" (HR Ahmad dan Al Hakim) (3)"Perumpaan hati itu ibarat sehelai bulu di sebuah tanah lapang yang dibolak balikkan oleh angin ke depan dan ke belakang" (HR Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi).
Mari kita berdoa dengan penuh kerendahan hati dan penuh pengharapan:
"Wahai yang membolak-balikkan hati! Mantapkan hatiku pada agama-Mu" 
Mintalah pula agar Allah berikan rahmat dan karunia-Nya hingga kita bisa menjaga hati kita, mampu mengenali diri sendiri, dan pada akhirnya mampu mengenal Allah swt dan berjumpa dengan-Nya.

Catatan ini dituliskan dengan penuh kerinduan pada hati-hati yang bersih, yang bercahaya, yang memancarkannya kepada segenap masyarakat. Bagimu duhai yang lembut hatinya mari kita bersama meminta kepada Allah keteguhan hati itu.
Wallahu'alam bish showab..
CMIIW