June 08, 2012

Yuk, Jaga Hati.



Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi
Judul tulisan saya kali ini sama dengan salah satu judul nasyid gubahan AA Gym..
Saat saya menulis tentang ini maka fikiran pertama saya langsung tertuju pada buku karya Imam Ghazali. Sedikit banyak saya akan menggunakan referensi dari buku karya beliau untuk menulis tentang ini. Beliau menyampaikan bahwa seorang manusia takkan mampu mengenal Tuhannya (makrifatullah) hingga ia bisa mengenali dirinya sendiri, dan ia tidak akan mampu mengenali dirinya sendiri hingga ia mampu mengenal hatinya. Namun sayang, kebanyakan dari manusia tidak mampu mengenal hati dan dirinya. Coba mulai renungkan dan resapi..sudahkah kita mengenal hati kita sendiri?  Duhai hati yang lembut, jika jawabannya adalah YA. Innalhamdalillah..^_^ doa saya adalah semoga diistiqomahkan dalam keimanan dan keikhlasan. Tapi jika jawabannya adalah bingung atau bahkan tidak mengenal sama sekali, mari kita perbaiki bersama. Semoga Allah senantiasa memberikan karunia dan rahmat Nya kepada kita semua.Semoga Allah senantiasa menuntun kita untuk senantiasa mengenali hati kita sehingga bisa mengenali diri kita sendiri hingga membawa kita semakin mendekat kepada Allah.

Ketahuilah duhai saudarku yang berhati lembut, hati itu ibarat benteng dan setan adalah musuh yang ingin masuk ke dalam benteng tersebut. Banyak celah untuk musuh masuk melalui benteng tersebut jika kita tidak mampu memelihara benteng itu dengan baik. Pun dengan hati, saat kita tidak mampu mengelola hati dengan baik maka akan banyak celah setan masuk ke dalam hati kita. Unik caranya, halus langkahnya hingga ternyata kita terjebak dalam suatu rutinitas yang tidak Allah ridhoi. Maka, hati-hati!
Perumpamaan lain hati diibaratkan seperti cermin. Cermin itu awal mulanya bersih dan begitu mudah kita mengenali diri kita sendiri saat bercermin, pun dengan hati. Namun saat kita kotori cermin dengan kotoran-kotoran maka  yang terjadi adalah kita akan merasa sulit mengenali diri kita sendiri, pun saat hati kita dinodai oleh banyak dosa maka akan semakin sulit kita mengenali diri kita sendiri. Oleh sebab itu, mengenali jalan pintu masuk syaitan ke dalam hati kita adalah penting.

Banyak cara syaitan bertingkah, baik dengan hal yang kita senangi maupun kita benci. Pintu terlebar yang sering mudah untuk dimasuki syaitan adalah melalui amarah dan nafsu syahwat. Dikisahkan seorang wali berkata kepada Iblis, "coba perlihatkan kepadaku bagaimana kamu mengalahkan manusia", Iblis menjawab, "Aku kuasai ia saat sedang marah dan saat datang hawa nafsunya.". Pintu terlebar lain yaitu dalam keadaan dengki dan rakus. Dikisahkan ketika Nabi Nuh as. memasuki kapalnya, ia mengangkut semua yang berpasang-pasangan sebagaimana perintah Allah swt. Namun di dalam kapal ia melihat seseorang yang tidak ia kenali. Nabi Nuh bertanya "kenapa kamu ikut naik ke kapal ini?" Ia menjawab, "aku ikut ke sini untuk menimbulkan bencana ke dalam hati teman-temanmu, sehingga hati mereka akan bersamaku, dan raganya bersamamu." Nabi Nuh berkata dengan marah, "keluarlah dari kapal ini, wahai musuh Allah! Kamu benar-benar terkutuk!" Lalu iblis berkata, "ada lima hal yang membinasakan manusia. Aku akan ceritakan kepadamu yang tiga hal, dan tidak akan aku ceritakan yang dua hal." Selanjutnya Allah swt mewahyukan kepada Nabi Nuh, "kamu tidak memerlukan yang tiga hal itu. Dan sebaiknya ia menerangkan yang dua hal lagi." Nabi Nuh bertanya kepada Iblis, si penumpang gelap itu, "Apa yang dua hal itu?" Iblis menjawab, "Dua hal itu tidak membohongiku dan tidak menentangku, dan karena dua hal inilah manusia akan binasa, yaitu dengki dan rakus. Rasa dengkilah yang membuatku jadi makhluk terkutuk. Adapun rakus, telah dibolehkan bagi Adam seluruh yang ada di syurga kecuali sebatang pohon. Maka aku berhasil menggodanya karena kerakusannya."
Adakah pintu-pintu tersebut dalam hati kita? 
Pintu amarah, nafsu syahwat, dengki, dan rakus??
Saudrku,,, Problema terkait hati yang paling sering menyerang para pemuda yaitu virus merah jambu (VMJ), ini bisa hadir melalui keempat pintu yang saya sebutkan sebelumnya. Bisa karena marah dan nafsu syahwat serta dengki kepada seseorang, atau rakus dalam suatu hal hingga pelampiasannya adalah curhat kepada lawan jenisnya dengan alasan mendapatkan solusi dan pada akhirnya timbul komunikasi yang intens dan perhatikan! syaitan tertawa dengan kondisi ini. Mereka betepuk tangan atas kemenangan mereka hingga sampai kita merasa nyaman untuk senantiasa mengeluhkesahkan segalanya kepada lawan jenis. Mereka pun berpesta hingga kita terjatuh dalam kondisi khalwat. Secara tidak sadar ternyata ritme problematika ini tidak pernah surut walaupun isu mulai memudar. Tapi ternyata masih banyak yang terjangkit virus ini disadari atau tidak, dan saya jelas menyadarinya. Masih banyak ditemukan bahkan yang mengaku aktivis dakwah. Bagimu aktivis dakwah yang merasa dalam kondisi ini maka saya ingin sampaikan:
Bagimu ukhtii shalihah...masih ada saya disini bersedia mendengar semua keluh kesahmu, walau hanya dalam bentuk pesan...Bagimu ukhti shalihah, masih banyak saudarimu yang begitu memperhatikan dan menyayangimu...ingin agar kita sama-sama terjaga dalam kebaikan. Masih banyak saudara kita yang lain yang ingin saling memberikan sapaan hangat dibandingkan sekedar menanti bualan sapa dari kaum adam. Maaf jika caraku atau saudari2mu yang lain ternyata keliru untuk memberikan bentuk perhatian itu. Tapi yakinlah, yang indah menurut kita belum tentu benar dalam ketentuan-Nya. Ikhlaskanlah hatimu untuk ridha dalam ketentuan-Nya dan  siap melawan segala bentuk tipu daya syaitan. Saya dan saudarimu yang lain membersamaimu...tegur kami jika kami alfa.
Bagimu kaum adam...anjuran Allah adalah menundukkan pandangan.. Maka jadilah jundi Allah yang wala'. Mereka yang mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap Allah. Pernahkah antum bertanya kabar terkini saudara antum dibandingkan sekedar menyapa kaum hawa. Saudara antum akan lebih sedih jika kondisi ini terjadi. Akan menjadi seperti apa generasi penerus antum jika ini terus terjadi? Masih inginkah mengikuti rayuan-rayuan syaitan itu. Padahal adik-adik disana menanti bentuk perhatian dan arahan dari antum. Sadarilah bahwa syaitan membuat kita terlena atas dua hal yaitu waktu luang dan jiwa yang sehat. Gunakan kondisi tersebut dengan sebaik-baiknya agar syaitan tidak membiarkan kita terlena atasnya.
Bagimu pembela kebenaran...Sesungguhnya jual beli dengan Allah tidak akan merugi karena balasannya adalah surga, resapi Q.S.At-taubah 111-112. Bersabarlah saat harapan itu belum bisa di raih. Maknai sabar seperti di Q.S. Al-Imran:146. Sesungguhnya janji Allah itu pasti. Maka adakah yang masih antum/na ragukan untuk bergerak totalitas di jalan Allah dibandingkan sekedar bersenda gurau mengikuti ajakan musuh-musuh Allah? Relakah antum/na gadaikan jual beli yang Allah tawarkan itu dengan sesuatu yang hina? Na'udzubillah...

Mari mulai menata hati kembali, menjaganya agar tidak terkena tipu daya syaitan. Berdoa agar Allah menguatkan hati-hati kita dari segala tipu dayanya karena Allah lah yang menggenggam hati kita. Rasulullah saw memberikan tiga contoh tentang hal itu dalam sabda-sabda beliau: (1) "Perumpamaan hati itu seperti seekor burung pipit yang bolak-balik setiap saat" (HR AlHakim dan AlBaihaki) (2) "Perumpamaan hati itu seperti sebuah kuali yang dalam keadaan menggelegak" (HR Ahmad dan Al Hakim) (3)"Perumpaan hati itu ibarat sehelai bulu di sebuah tanah lapang yang dibolak balikkan oleh angin ke depan dan ke belakang" (HR Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi).
Mari kita berdoa dengan penuh kerendahan hati dan penuh pengharapan:
"Wahai yang membolak-balikkan hati! Mantapkan hatiku pada agama-Mu" 
Mintalah pula agar Allah berikan rahmat dan karunia-Nya hingga kita bisa menjaga hati kita, mampu mengenali diri sendiri, dan pada akhirnya mampu mengenal Allah swt dan berjumpa dengan-Nya.

Catatan ini dituliskan dengan penuh kerinduan pada hati-hati yang bersih, yang bercahaya, yang memancarkannya kepada segenap masyarakat. Bagimu duhai yang lembut hatinya mari kita bersama meminta kepada Allah keteguhan hati itu.
Wallahu'alam bish showab..
CMIIW

January 24, 2012

Jiwa


Jiwa,
dimana harus ku sapa engkau?

Pada rumputkah? namun diam.
Pada bebatuankah? namun diam
Pada langitkah? namun diam.
Pada siapa?

Mungkin ini, 
pada rumput tasbih ini ku temui
bukan kamu harta
bukan kamu tahta
bukan kamu 

tapi, 
ini aku
jiwaku ku temui dalam taman sajadah ini
aku ada dalam ke-khusyuk-an ini
bak aliran sungai mengalir
begitu tenang
begitu indah
begitu segar
namun gemetar terbawa arus
gemetar dalam hanyut

ku temui
ku temui
ku temui
diriku dalam senduku
aku pasrah
aku lemah
tak ada dayaku

aku menyesal,
aku menyesal,
aku menyesal
Jiwa, inginku bertemu dengan pencipta-Mu.

January 22, 2012

'dig up' [edisi liqo]

Bismillahirrahmaanirrahiim... 

Pertama saya mengucapkan rasa syukur yang sangat dalam atas gerakan hati untuk mau menulis kembali. Tentu semua ini adalah karunia dari Allah swt. Semoga shalawat dan salam sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Saya ingin sedikit menceritakan pengalaman saya. Semoga bisa diambil hikmahnya.

Tepat di pagi hari yang masih begitu segar. Saya pun berangkat ke masjid Al-Hurriyyah, perjalanan yang kadang ditemani kicauan burung yang masih semangat bertasbih kala itu. Saya lupa tepatnya tanggal berapa, tapi yang pasti kejadian yang akan saya ceritakan ini terjadi pada hari ahad, di tahun 2011 lalu. Saat itu, saya tengah akan bertemu dengan dua orang adik tingkat, yang luar biasa semangat. Semangat untuk mencari ilmu.

Saya ceritakan dulu, sedikit perjalanan hari-hari sebelum saya bertemu mereka. Sebutlah kedua orang itu A dan B. Suatu hari, sebelum pertemuan dengan A dan B, sampailah saya di suatu ruangan, saya bertemu C, beliau adik tingkat saya juga teman dari A. C menyampaikan kepada saya, bahwa A ingin ikut liqo. Tanggap hati saya langsung tergerak untuk bertanya lebih lanjut. Bertanya tentang siapa A, departemen apa, dsb. Hingga akhirnya saya diberikan no.hp A. Dengan penuh semangat, seperti semangat beliau untuk menuntut ilmu saya sms beliau(A). Akhirnya terbentuklah kesepakatan, kita bertemu di masjid Al-Hurriyyah, tepat hari Ahad. Perasaan bahagia yang merasuki hati saya saat itu juga. Perasaan yang entah dari mana. Rasanya hadir begitu saja. Bahagia karena beliau begitu bersemangat menjemput hidayah Allah untuknya.  Alhamdulillah.. :)

Akhirnya dipertemukanlah kita di rumah Allah, masjid Al-Hurriyyah. Tempat yang didalamnya tidak ada aktivitas lain, selain mengingat Allah. Tempat yang saya senangi keberadaannya, karena tempat itulah sarana yang Allah berikan untuk menyatukan umat muslim apapun madzhab nya. Tempat yang akan menjadi saksi atas aktivitas yang pertama kali yang akan ditanyakan di yaumul akhir nanti, yaitu shalat. Well, kembali ke cerita awal. Alhamdulillah, saya bisa bertemu dengan A yang mengajak temannya juga yaitu B. Pertemuan itu dimulai dengan salam. Sedikit share tentang salah satu isi artikel yang ditulis oleh salah satu dari pengurus pesantren duriyat Bandung, pesantren Al-Quran dan teknologi tentang keajaiban mengucapkan salam:

Dalam kitab Risaalatul Mu'awanah dijelaskan bahwa di saat dua orang muslim berpapasan maka Allah akan menurunkan 100 kebaikan, 90 kebaikan diberikan kepada orang yang pertama kali mengucapkan salam. Sedangkan sisanya(10) diberikan kepada orang yang menjawab. Di sini kita diberi motivasi untuk selalu mengucapkan salam kepada siapa saja selama orang itu kita anggap sebagai muslim. Dengan salam secara tidak langsung kita telah dianjurkan untuk saling mendo'akan. Juga dengan salam diharapkan akan tumbuh ikatan persaudaraan yang saling mencintai sesama manusia. Rasulullah SAW, bersabda:"Kamu tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman sehingga kamu saling mencintai, apakah aku tidak perlu menunjukkan kepadamu pada sesuatu yang jika kamu kerjakan kamu akan saling mencintai? Maka sebarkanlah salam diantara kamu". (HR. Muslim)

Pertemuan yang diawali dengan sapaan hangat itu kami lanjutkan kembali. Ya, dengan tilawah. Sebagai salah satu penyubur semangat untuk mengkaji ilmu Allah. Sampailah pada sesi perkenalan. Terkesan biasa memang. Tapi disini saya ingin menceritakan suatu hal yang menurut saya menarik untuk diungkap. 

Tibalah saatnya, perkenalan. Masing-masing dari kami memperkenalkan diri satu per satu. Mulai dari A, yang begitu panjang lebar, dilanjut B pun sama. Akhirnya giliran saya. Selesai berkenalan saya bertanya, "A dan B, apa alasan kalian ingin liqo? Pernah mendengar kata liqo sebelumnya?" Setelah saya bertanya seperti itu, spontan B malah balik bertanya dengan pertanyaan yang lebih banyak. Membredell... B balik bertanya. "arti liqo itu apa mb? saya tau nya itu pengajian to. Kenapa harus seminggu sekali? bla.. bla.." kurang lebih seperti itu beliau bertanya. Agaknya masih banyak yang tersimpan dalam sanubari nya terkait hal ini. Tapi ia anggap cukup untuk sementara ini. Giliran saya menjawab pun tiba. Kira-kira kalau dipointkan, berikut beberapa pertanyaan serta jawaban saya, sekaligus saya tambahkan hal-hal lain yang perlu saya cantumkan..

Apa artinya liqo? Kok bahasanya serem mb, kaga' umum?? 

Secara bahasa halaqah artinya lingkaran dan liqo artinya pertemuan. Secara istilah halaqah merupakan pengajian yang dimana orang-orang yang ikut dalam pengajian tersebut duduk melingkar. Istilah ini mungkin terkadang terlihat agak menyeramkan bagi yang tidak biasa menggunakan karena ini adalah istilah arab. 

Pengajian yang dimaksud disini berlaku secara umum. Semuanya merupakan kajian yang bersifat ilmiah atau ada landasannya. Dengan kata lain, mungkin hampir sama dengan istilah mentoring atau bisa juga disebut majlis ta'lim. Tidak ada keanehan yang perlu ditakutkan dalam halaqoh ini. Semua sudah terkurikulum dengan rapi. Materi bahasan yang dikaji bersama terkait dengan aqidah, fikih, hadits, shiroh, dll. Semuanya dipelajari secara bertahap. Tahapan itu butuh kesabaran dan kesungguhan. Disinilah penilaian Allah atas kesungguhan kita dalam mengkaji ilmu Allah. 

Dalam halaqoh ini ada mentor(murobbi/ah) dan ada yang di mentor(mentii/mad'u). Mentor ini memang yang dituntut harus lebih banyak tau dalam hal ilmu agama dari binaannya. Mereka harus punya kompetensi yang mumpuni. Kompetensi itu sudah ter-cover dalam 10 muwashoffat muslim. Ya, ke-10 karakter itu harus terinternalisasi dalam diri seorang mentor. 10 sifat ini nanti saya sampaikan dalam postingan selanjutnya. :) 

Liqo itu kenapa sepekan sekali mb?

Hal sepele mungkin anggapan sebagian orang terkait pertanyaan ini. Saya sangat senang dengan pertanyaan ini. Karena mengkritisi berarti dia ingin tahu, ingin tau 'esensi'. Hal itu yang paling penting menurut saya. Liqo ini boleh dilakukan lebih dari sekali dalam se-pekan. Namun, esensi sepekan sekali karena  disanalah saat tepat mengevaluasi aktivitas dalam satu pekan. Sarana untuk saling mengingatkan, saling memotivasi dan saling berbagi. Sehingga dalam sepekan ke depan, mad'u dan murobbi/ah senantiasa bersemangat untuk bekerja dengan niat yang lurus dan ikhlas. Sekali lagi, pembentukan karakter ini adalah proses. Ini akhlak, perlu dibangun secara sabar, kesungguhan yang tinggi, dan ikhlas. Proses satu kali dalam se-pekan ini tidak akan berpengaruh signifikan jika hanya mengandalkan itu saja.

dan masih banyak pertanyaan lain yang belum bisa saya tuliskan semua disini..

Semoga, apa yang menjadi langkah kita, bukan hanya atas dasar ikut-ikutan saja.

"We have indentity, dig up well until we know who we are..  "

December 17, 2011

Idealisme Kami


Betapa inginnya kami
agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai
daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga
bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu
yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta
yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci;
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah

terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta.

May 24, 2011

Istiqomah? Shalat Malam lah :)

Pengalaman yang luar biasa.. Untuk kedua kalinya saya merasakan amanah yang sama dua tahun berturut-turut.. Sebelumnya saya pernah rasakan ini saat di pondok pesantren Ar-rohmat. Namun, kondisi pesantren itu sekarang cukup miris, agaknya cukup banyak perubahan. Namun perubahan itu ke arah yang tidak diharapkan. Semoga secepatnya bisa berevolusi kembali. Lanjut ke amanah,  yang kedua yaitu departemen yang sedang saya ampu saat ini yaitu di Departemen Keuangan LDK Al-Hurriyyah IPB sebagai sekretaris departemen.

Saya terkadang berfikir, apakah ini jalan untuk lebih matang atau evaluasi kinerja yang belum maximal??
Apapun jawabannya saya terima, toh nyatanya saya sekarang sudah dinobatkan menjadi sekretaris departemen untuk tahun kedua..

Terlepas dari semua itu, sebenarnya ada harapan kecil dalam hati saya " saya ingin meninggalkan departemen keuangan dan Al-Hurriyyah dengan wajah tersenyum, senyum ikhlas karena saya telah bisa berkontribusi nyata disana, membuat perubahan bersama dengan puzzle-puzzle yang lain".

Namun perjalanannya tak seindah yang dibayangkan ternyata, begitu banyak kerikil-kerikil disana, rintangan kecil namun bisa membuat saya terjatuh. Dan salahnya lagi, saya harus terjatuh pada posisi yang sama. #Astaghfirullah..
Rintangan itu datang dari manapun, termasuk yang paling kuat dari diri saya sendiri. Ke-istiqomah-an itu kuncinya harus dijaga dengan shalat malam. Mungkin itu sekelumit hikmah yang saya dapatkan dari pengalaman dalam perjalanan saya selama ini. Shalat malam sangat luar biasa hikmahnya karena sudah jelas Allah berfirman :

"Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji"(Q.S. 17:79 )

adapun dalam hadits 

"Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru: Adakah orang-orang yang memohon (berdo'a), pasti akan Kukabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu shubuh." (Al Hadits).

Inilah kunci kehidupan, hidup yang istiqomah...
Semoga saya, Anda(pembaca), dan seluruh muslim di dunia bisa istiqomah dalam kebenaran, kebenaran yang  digariskan oleh Allah untuk menuju jannah-Nya.