February 26, 2018

Masa Persusuan Nabi #Part1

Orang-orang quraisy melakukan persusuan kepada wanita-wanita badui karena beberapa alasan, diantaranya:

1. Para wanita quraisy berharap dapat segera hamil kembali, karena disinyalir bahwa menyusui salah satu tanda memperlambat kesuburan sang istri. Banyak anak termasuk kebanggaan di tengah masyarakat Makkah saat itu, selain bergelimang harta.

2. Mereka juga berharap anak-anak mereka dapat fasih berbahasa arab murni, mempunyai ketinggian sastra, dan kedalaman makna saat berbicara. Karena, di Makkah sudah menjadi tempat pertemuan berbagai aneka bangsa dan bahasa sehingga semuanya sudah campur aduk.

3. Mereka juga berharap kesehatan sang bayi terjaga karena udara yang bersih, mata air jernih, dan lingkungan yang sehat tersedia di suku Badui tersebut. Pada masa itu, Makkah merupakan tempat yang kotor dan banyak wabah.


Sumber: Lapis-lapis keberkahan pp.21-22

February 25, 2018

Kembali.

Kisah ini, bermula, dari bersatunya pasangan yang memang tidak mudah untuk menyatukan harapan bersama. 

Bukan karena tidak punya visi misi yang sama. Tapi, memang proses yang tidak mudah menyatukan rasa. Semua terbalut semu dalam keluarga. 

Dan kini, 3 tahun sudah ia menjalani nya. Berat, pasti. Tapi, engkau tahu? Allah tau seberapa besar engkau mengupayakannya. Tidak usah lelah, adinda sayang. Bersyukur lah atas apa yang telah Allah mampukan engkau melewatinya. Ucapkan hamdallah, dan teruslah lah istighfar.. 


Perjalanan ke belakang bukan untuk diingat ataupun ditangisi. Biar ia menjadi perjalanan kisah sendiri yang menjadikan perjuanganmu melawan egomu sendiri. 


Hamdallah, kau ucap syukur menemani derap langkahmu ke depan.

Allah, mudahkan langkah mereka ... 
Tidak untuk ego nya sendiri, sendiri...

Tapi engkau yang Maha Mengetahui...
Kapan mereka mampu berlari
atau hanya sekedar berhenti.

Depok, 25 Februari 2018

August 14, 2016

Kehilangan

Hilang. Kini telah disadari sedikit dari sekian banyak yang hilang. Manusia yang alfa ini dengan kuat nya menyatakan bahwa ia akan mampu menghadapi semua kehilangan. Tapi, semesta tahu seberapa banyak keteledoran pada setiap langkahnya itu.

Jika kaki saja berkata tidak untuk melangkah, mengapa nafsu mu masih bersikukuh saja melangkah? Secuil hal itu saja akan membawamu pada kata 'hilang'.

Jika hanya dengan mengatakan TIDAK saja kau bisa tenang, mengapa masih kau jawab YA untuk hal yang tidak kau fahami sendiri?. Dan bertambah lah ia.

Jika dan banyak jika yang menamparku keras, bahwa rasa syukur kepadaNya mulai menipis. Iman. Ya, ini yang harus mulai dipupuk dan disiram kembali.

Selamatkan aku ya Allah. Dari segala hal yang membuatku jauh dariMu. Hamba ingin menjadi yang terbaik bagimu. Hanya untuk Mu :')

Corat coret malam. Garut, 14 Agt 16.

March 29, 2016

Membangun pilar-pilar dakwah


Membangun pilar-pilar dakwah:
1.       Quwwatul iman
2.       Quwwatud da’wah
3.       Quwwatul amal
4.       Quwwatul ‘ilm
Ilmu terbgi menjadi dua, ilmu yang berkaitan dengan fardu ain dan fardu kifayah.
Usahakan sebisa mungkin kita bisa berkontribusi dalam hal ini.
Fardu ‘ain : ilmu akidah, ilmu ibadah, ilmu yang berkaitan dengan akhlak (thd Allah, Rasul, sesama, dsb), ilmu yang berkaitan dengan hubungan antara masnusia, ilmu yang berkaitan denga dakwah. Semua itu terangkum dalam kisah Nabi Lukman. Hal ini berkaitan dengan minhajjul hayyah.
Fardu kifyah : harus sampai pda kadar cukup untuk melayani sesama umat muslim.

Membaca adalah bagian dari ibadah kepada Allah swt. Jangan kalah membaca dengan orang non-muslim. Membaca lah dengan menyebut nama Allah swt. Orang-orang shaliha ialah orang yang paling banyak membaca dan menulis, agar orng semakin ingat kepda Allah swt.
 Allah berikan berbagai macm fenomen kd manusia, dan tdk akan diberikan kefhaman kpd siapapun kecuali org yang berilmu! – Hal ini termaktub dalam QS Al Anfal

QS.10:101 telitilah apa2 yang ad di langit dan apa2 yang ada di bumi

Untuk di kalangan kaum wanita misal aisyah menjadi salah satu guru para sahabat.
Salah satu guru imam syafii adalah wanita.

Jangan ragu untuk memperdalam ilmu, maka jadilah hamba yang semakin takut kepada Allah :’)

Yang paling takut kepada Allah adalah orng yang berilmu (ulama) – Al Hadits.
5.       Quwwatul maal
Dakwah itu memerlukn materi tetapi jangan menghalalkan segala cara. Aset utama adalah SDM.
Tidak ada perintah untuk menjadi mustahik baik dalam Al Quran maupun Al Haidits! Harus ada etos kerja dan harus ada akhlak kerja.
Wanita tidak diwajibkan mencari rizki tetapi tidak dilarang mencari rizki dengan syarat tidak melanggar tugas pokoknya sebgai istri dan sebgai ibu bgi anak2. Contoh nyata yaitu khadijah. Wanita puny leluasa utuk beramal melalui maal nya tsb.
Setelah nabi hijrah k madinah, yang paing panjang tangannya adalah zainab, dan beliau yang paling banyak memberi.
Tugas pokok perempuan jangan sampai kalah tugas nya oleh maal.
6.       Quwwatul jism
Kekuatan fisik ini sangat penting, islam mengajarkn demikian. Untuk melahirkn perlu fisik yang kuat. Pda zaman Rasul, kaum wanitanya kuat2 dan sehat2. J
Nusyaibah mampu menunggang kuda dengan keceptan yang luar biasa!
QS.8:60 àsiapkanlah untuk menghadapi orang kafir, apa saja yang mereka sanggupi. Dengan persiapan itu kamu menggetarkn musuh Allah dan musuhmu dan mereka yang tidak kamu ketahui.
Lakukan tindakan preventif. Syarat: Halal, toyib, dn tidak berlebihan.
Calon ibu harus mengerti masalah gizi! Kaum wanita harus olahraga yang cukup! Ga harus yang berat2, nyapu, ngepel, nyiram di Al iffah J
7.       Quwwatul akhlak
Akhlak adalah aktivitas spontan di jalan Allah. Sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Tidak lagi disruh2, karena sudah berlaku secara otomatis baik dalam keadaaan lpang maupun sempit. Selalu menjaga shalat di awal waktu. Berinterksi dengan baik dengan al quran. Selain itu berinteraksi dengan baik dengan orang tua.
Akhlak kepada Allah tidak berbuat syirik.- QSLukman: yaa bunayya laa tusyrik billah
Akhlak kepada Rasul ittibaa’urrasul
Akhlak kepada sesama manusia -- > orng tua: birrul walidain. Yang lain nya : tidak menganiaya, tepat janji, dsb.
8.       Quwwatul jamaa’ah / ukhuwah
Sekuat2nya pribadi kalo tetep sendirian, akan sulit untuk bertahan.
QS.Ash-shaff:4
Jnganlah kalian bercerai berai dalam berukhuwah, karena org2 musyrik sangat berat terhadap diin yang kalian seru. Jangan mnjadi kader yg biasa memporak porandakan ukhuwah. Kita berlomba bukan kompetisi, yang direbut itu terbatas dalam kompetisi, tapi kalo lomba hadiahnya tidak terbatas, surga itu luas.
Jamaah ini adalah jamaah minal muslimin menuju jamaah muslimin. Tidak boleh mengkafirkan jamaah di luar.
9.       Quwwatud du’a
Jangan lupa, kekuatan terbesar itu adalah dari Allah. Nabi dan Rasul saja yang sudah dipilih Allah tetaap senantiasa berdoa kepda Allah, apalagi kita g ada yang menjamin. Bahkan doa ini diperintah oleh Allah! à ud’uuni astajib lakum (40:60)
2:186; syarat doa diijabah ada 2à 1. istijabahilah/songsong/sambut/lkukan apa yang menjdi perintah Allah dan 2. berimanlah kepada Allah.
Hafalkan! QS.Nuh:28; 7:151 “rabbighfirlii waliakhii, wa adkhilnaa fii rahmatika wan anta arhamurraahimiin”

Kalender dan Libur Nasional 2016

Buat yang sering kebingungan karena versi yang berbeda di setiap kalendar, berikut ini kalender dengan libur nasional yang terpercaya sesuai dengan SK pemerintah Indonesia. Here you goooo ^^


sumber : http://www.chockysihombing.com/kalender-2016-indonesia/


Hari Libur Nasional Tahun 2016
1 Januari (Tahun Baru 2016 Masehi)
8 Februari (Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili)
9 Maret (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938)
25 Maret (Wafat Yesus Kristus)
1 Mei (May Day / Hari Buruh Internasional)
5 Mei (Kenaikan Yesus Kristus)
6 Mei (Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW)
22 Mei (Hari Raya Waisak 2560)
6-7 Juli (Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah)
17 Agustus (Hari Kemerdekaan RI)
12 September (Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriyah)
2 Oktober (Tahun Baru Islam 1438 Hijriyah)
12 Desember (Maulid Nabi Muhammad SAW)
25 Desember (Hari Raya Natal)
Jadwal Cuti Bersama Tahun 2016
4, 5 dan 8 Juli (cuti bersama Idul Fitri 1437 Hijriyah)
26 Desember (cuti bersama Natal)

Referensi dari situs Kemenko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) :

September 07, 2015

Being a mom :)

The time comes when you never felt how your mom was  feeling 'something' on her life. Something when she want to cry but she has to smile because of you, when she want to sleep tight but she got something annoyed on her back while she always keep her smile. :)

It's not about she was hypocrite with her feeling but it's caused she has loved you so much. 

January 02, 2015

Perbanyak amal saja :)


Apa kabar sobat reader?

G berasa kita sudah memasuki tahun 2015. Makin tua yang pasti hehee  :)

Sobat, sore ini, tepat hari kedua di tahun baru. Saya sedikit memilih beranjak sejenak dari aktivitas forecast, kerjaan rutinan kantor, (libur2 masih aja kerjaa hhee #tisumanatisu). Saya mencoba sedikit mengulas pandangan saya tentang suatu pertanyaan yang sudah cukup common yaitu memilih bekerja di sebuah perusahaan (pekerja) atau berwirausaha (pengusaha). Sekaligus memenuhi salah satu permintaan teman baik saya. Hanya saja, saya mohon maaf karena baru bisa saya bahas saat ini, padahal harusnya tahun kemarin, 2014. :'D

Bagi saya, mau jadi pekerja atau pengusaha tidak ada masalah. Pilihan keduanya sah sah saja. Bukankah yang Tuhan kita tuntut itu soal amalan kita? Bukan menyoal menjadi pekerja atau pengusaha?

Hanya memang kenapa menjadi pengusaha itu lebih memiliki peluang masuk surga lebih besar, salah satunya bisa jadi karena amalan yang lebih besar sehingga Alloh menurunkan rahmat-Nya. Semisal, peluang infaq yang lebih besar, memberikan kebahagiaan ke banyak orang karena memberikan lapangan pekerjaan lebih besar, dsb. Kita tidak bisa silau dengan hal demikian saja. Tak bisa kita pungkiri bahwa soal masuk surga/neraka itu hak prerogratif Alloh buat umatnya, semua atas dasar kasih sayang/rahmat-Nya. Nah, yang patut di garis bawahi berarti kata kasih sayang/rahmat-Nya. Bagaimana kita meraih empati-Nya agar semakin menyayangi kita? Maka ini akan menjadi dasar kita, harus beramal seperti apa agar kita disayangi-Nya.

Menyikapi hal tersebut, pembina saya di asrama waktu di kampus dulu memberi point penting dalam hal beramal. Bagi ummat muslim, jelas beliau, sah saja bekerja/beramal dimanapun selama kita ada dalam tiga koridor berikut:

1. Akidah atau keyakinan kepada Alloh swt meningkat.
2. Semakin membuat kita giat untuk beribadah.
3. Peranan dakwah, saling mengingatkan untuk melakukan hal yang benar dan mencegah hal yang keji/buruk, menjadi semakin baik.

Ketiga point di atas berkaitan erat satu sama lain.

Point pertama, soal akidah, ini menjadi hal yang sangat penting. Saat pekerjaan ataupun usaha bertentangan dengan keyakinan kepada Rabb kita, maka jelas sudah itu tidak diperbolehkan. Malah, membuat kita semakin jauh dari kasih sayang-Nya. Semisal, bikin usaha perdukunan, ato persantetan. Hehe ngeri banget. *-* Semoga kita terhindar dari segala bentuk kesyirikan ya sob.

Point kedua, ibadah. Saat akidah kita tak tergoyahkan, maka ibadah pun semakin terasa menjadi manis, menjadi suatu kebutuhan. Apa yang terlintas dalam fikiran sobat ketika saya sebut ibadah? Sholat? Puasa? Yap, cukup benar.. Tapi makna ibadah tak sesempit itu. Sebagaimana yang telah kita fahami dalam ilmu fikih, ibadah ini terbagi dua yaitu mahdhoh dan ghoir mahdhoh.. Ibadah mahdhoh ini terbagi dua lagi yaitu ibadah mahdhoh muqoyyad yaitu ibadah utama yang sudah Alloh tentukan waktu khusus dan waktu utamanya serta tata caranya. Misalnya, sholat lima waktu, puasa senin kamis atau puasa di bulan ramadhan, dsb. Yang kedua yaitu ibadah mahdhoh muthlaq, ibadah ini 'amm tidak ditentukan secara mutlak waktunya maupun caranya, jadi dapat dilaksanakan selama sesuai dengan ketentuan syara', misalnya membaca Al Quran, dzikir sebelum tidur, dsb. Sedangkan ibadah ghoir mahdhoh ini ibadah umum yang sebenarnya mubah, namun bisa bernilai ibadah tergantung maqoshid atau tujuannya. Misalnya, belajar di kelas, memberi senyuman kepada orang lain, dsb. :)
Jadi, kalau mau makin Alloh sayang sama kita, berarti kita pun harus semakin rajin ibadah dalam bentuk apapun. ^^

Nah, point ketiga ini dakwah. Serem gak denger kata dakwah? Hehe Kalo simple kata dari saya, dakwah adalah berbagi kenikmatan beribadah :)
So, sobat yang merasakan point dua tadi dengan sepenuh hati, inshaa Alloh akan merasakan manisnya hidup sekalipun dalam kondisi sulit. Hanya karena Tuhan kita telah mencurahkan rasa itu bagi hamba-Nya yang terpilih. Rasanya kurang cukup jika dinikmati sendiri sehingga dakwah, yang menjadi kata formal untuk berbagi nikmat tadi, merupakan salah satu sarana menggapai perhatian-Nya. Kita saling memberitahu bahwa itu benar atau salah dengan cara yang baik dan benar. Jadi, akan semakin banyak orang yang merasakan manisnya menjalani aktivitas baik itu, baik berwirausaha maupun menjadi pekerja karena yang diperhitungkan adalah kedekatan kita dengan Rabb kita, Alloh swt.
 
So, kapanpun, dimanapun, mau jadi apapun... Point utama umat muslim dalam beramal bukan soal jadi apa atau posisi jabatan yang mana tapi pointnya adalah beribadah, memenuhi semua yang Sang Pencipta, Alloh swt, harapkan dari kita :)

Yuk, perbanyak amal. Berlomba-lomba dalam kebaikan! :)



  (sumbe gambar: noorjehan79.blogspot.com)




Salam hangat,
Jakarta dalam gerimis,
 2 Januari 2015

November 19, 2014

Fade2Black - "Pasti Bisa!" [Official Lyric Video]




Finally.. Satu lagu favorite saya muncul lagi.. :D


simple sih, bising di telinga, tapi saya suka lirik kaya gini yang anak muda banget.

Selamat menikmati


Tengah hingar bingar ibu kota, 19 November 2014


July 17, 2014

Malu aku..


Malu aku... jika ternyata masih harus berperang dengan perasaan yang tak jelas sementara masih banyak jiwa-jiwa yang haus akan pelukan iman.

Malu aku... jika harus meratapi keadaan hati yang tak karuan sementara orang-orang di negeri seberang sana, palestina, sedang tegar menghadapi kondisi serangan kebiadaban.

Malu aku... saat hati tertawan tuan sementara sang pemilik tuan sedang lebih dekat menyapa aku.

Sungguh, aku.. malu >,<



"Menunggu?"

Menunggu, itu gak gue banget! Hehehe tapi kalo ditunggu sering  kali yak :P

Menunggu itu diksi yang membosankan. Saya tak pernah bisa bersahabat dengan yang satu ini. 
Termasuk harus memutuskan untuk menunggu dalam hal yang paling penting bagi saya.
Tapi, saat semua tak beralasan, maka menunggu menjadi hal yang sangat kaku dan sungguh ambigu.

Menunggu, menyita sedikit banyak waktu.

May 06, 2014

- K - A - T - A -

adalah kata

dengannya ku belajar merangkaimu
hingga bisa ku reka ungkapan jiwa

adalah kata

dengannya ku catut jiwa yang rapuh

adalah kata

asma-Nya yang melangit meluluhkan kerinduan jiwa

adalah kata

engkau mengerti aku kini, pun sebaliknya.

adalah kata

dengannya bisa ku sapa engkau
dengan yang kau suka
ataupun tidak

tapi, kata..

ajari aku bagaimana merangkaimu menjadi indah
agar kelak tak ada jiwa terluka..
ajari aku membersamaimu dengan laku ku.
agar tak ada ungkapan "tong kosong nyaring bunyinya itu" tertuduh pada ku

April 10, 2014

S-T-A-T-I-S-T-I-C-I-A-N






http://learnandteachstatistics.files.wordpress.com/2013/04/data-detective-poster.png


December 10, 2013

Sejenak saja.

Sejenak saja.
pejamkan mata tuk sekedar getarkan jiwa.
yang mungkin sedang jauh berkelana tanpa asa

Sejenak saja.
ku tanya, untuk apa Tuhan hadirkan aku?
betapa Maha Anggun membiarkan aku berkelana di jagat raya.

Sejenak saja.
aku terkesima, betapa Tuhan tak mengajariku selain cinta.

Sejenak saja,
aku terjatuh, saat jiwa ini terasa rapuh.

Sejenak, aku sadari..
semuanya singkat sekali,
termasuk kau hamparkan aku disini.
dengan tugas yang gunung-gunung pun tak berani mengembannya.
Tapi kami, manusia telah berjanji.
menjadi khalifah di muka bumi.

dan
sejenak saja,
aku renungi, sudahkah aku melaksanakan tugas itu?
Bukankah Engkau menjanjikan cerita yang indah kelak?

dan sejenak saja,
Tuhan, aku meminta, izinkan aku ikut dalam barisan-Mu.
barisan umat Nabi-Mu.
karena aku terlalu rapuh,
apalagi berharap bertemu dengan-Mu.
walau, sejenak saja.





-merindukan suasana itu-
in my green room
Jakarta, 10-12-13

November 04, 2013

Berkorban (?)

Pagi itu, tepat hari yang begitu agung dan mulia, yap bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Hari dimana nilai ketaatan menjadi hal yang utama dibanding perasaan atau hawa nafsu. Itulah yang dirasakan Nabi Ibrahim saat akan menyembelih putranya, Nabi Ismail. Nilai ketaatan beliau pada Allah jauh melampaui rasa sayang pada putranya, bukan tak sayang, justru karena rasa yang sudah begitu dalam maka beliau rela melakukan hal yang jelas akan menyakitkan hatinya. Pada hari tersebut pula, tepat aku harus merelakan diri, menundukkan nafsuku untuk tetap berada di kampung halaman dan memilih untuk pergi merantau. Kembali ke tempat pembelajaranku.

Tak lama setelah selesai shalat idul adha, telfonku berdering. Itu dari pihak travel, yang akan mengantarkanku hingga sampai di tempat tinggalku di jakarta. Mereka memastikan bahwa perjalanan akan dilaksanakan bada magrib. 

Sampai tibanya travel, aku langsung bersalaman dengan kedua orang tuaku meminta doa mereka dan langsung masuk ke dalam mobil. Perjalanan pun terus kami lalui hanya diiringi alunan musik dan semua terdiam, kecuali 2 orang teman dekat disampingku yang masih asyik berbincang.

Sesampainya di jakarta,aku menjadi bagian yang agak akhir untuk tujuanku. Sang Ibu, salah satu penumpang travel, tiba-tiba membuka perbincangan dan mulai bercerita tentang dirinya dan perasaanya. Sedikit banyak yang ku tangkap dari penyampaian beliau bahwa beliau adalah seorang nenek dan kini akan mengunjungi rumah sang anak dan cucu. 

Aku tersenyum simpul, betapa bahagianya nenek yang akan melihat cucunya. Begitu bisik hatiku. Tapi semua berubah saat aku melihat raut wajah yang tak biasa, justru malah jadi mengernyitkan dahi. Mungkin sang nenek faham bahasa mimik itu dan aku hanya diam, lalu beliau melanjutkan. “saya merasa malas sebenarnya untuk pergi ke sini, saya kadang merasa sangat lelah karena tugas saya adalah menjadi babby sitter” keluh sang nenek. Spontan saya beristighfar dengan pernyataan itu, entahlah sepertinya ada yang keliru. Kami pun melanjutkan perbincangan.


Setelah panjang lebar beliau bercerita ternyata anak dan menantu beliau bekerja. Mereka mempunyai rumah yang besar, bisa dibilang orang kaya, tinggal di komplek yang elite. Mereka berdua orang yang super sibuk sehingga butuh bantuan untuk merawat anak pertama mereka. Yang mereka percaya adalah ibunya/nenek dari cucunya. Sang nenek yang luar biasa ini tetap datang ditengah rasa lelahnya. Ia mengorbankan rasa lelahnya itu hanya karena kasih sayang yang dalam bagi sang anak dan cucu.

Nilai pengorbanan yang dalam dibalik rasa pilu nya. Walaupun ia tau, tak sepantasnya ia mengeluhkannya. Hanya titik jenuh itu kadang tumbuh, begitu ungkapnya.

Hai kamu, sang bunda dan ayahanda... :)

Kau tahu? Ada mimik lelah
Tapi gelisah yang kemudian berlabuh menjadi pasrah

Tak diungkap dengan diksi karena ia rasa terlalu kelu
Pilihan memaksa ia harus ada di tempat itu
Melewati batas pilu

Kau tahu? Cinta itu memberi
Tidak pada janji ataupun ilusi
Namun sayang sekali tak kau sadari
Ada jiwa yang perlu diobati

Pernahkah kau tanyakan kabarnya?
Sedetik saja
Hanya berharap kau tahu, jeritan hatinya
Atau kau bisa gunakan bahasa jiwa
Agar kau tahu
Ada hati yang tulus tapi tak semulus nalarmu.


--- dalam perenungan momentum hijrah ---
@ DT Bandung 041113


July 05, 2013

Thanks T.T

Dear Mom and Dad, first though, I wanna say.... "overall, thank you for believing in me!"

You always inspire me to do my best and support me in every decision I've made. I hope that my life's work serves as testament to the considerable time and effort they've put into raising me.

Words cannot begin to describe my appreciation and gratitude for all you have done. Your love and support has helped me through life.

Miss you, my parents... T.T

in this overtime at my office
Jakarta, 050713

June 14, 2013

[without title >,<]

Just wanna put a bunch thinking on my mind now. I'm thinking about idealism and reality.. what the best should I choose? [still hope to find the best one *sigh*]

Actually... when I have passed the final exam at IPB [Bogor Agricultural University], I had ever made a perfect mindset though that I wouldn't do the job in one of private company moreover multinational companies in Jakarta. That statement ever I talked to someone. I have ideal plans of my future. I realize that all of my plan still raw :( although I still confident to do that all well. 

I talked to my parents about all of my plans, but so many reasons that I had to think again twice or more about anything of my plans clearly and carefully. Then once time, I just looked at the TV, just a glance, I catched some messages when I was looking at the real face of my mom. There was the warm words said to me that I have to face the world by myself and prove sooner my love to her. Then I was choosing to make the other decision when I got the offering from my lecture due to the job as a project position in one of the big company in Indonesia.

Apparently, that's my reality which I must deal with it, kindly. [#force :p]. I considered my decision carefully due to all of my future, although I have still thought about it until now. I just keep my intention on the right path. I hope. 


Yaaaaaahhhh.... anything happens in my life, I just hope, Allah hugs me always everywhere :3


----at my office when sesi sesi gabuuuut >.<------ i="">

May 27, 2013

Hello learner, Iqra'! :)

Syaikhul ‘Alim al-’Allamah, Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali at-Thusiy adalah nama lengkap Imam Al-Ghazali. Beliau adalah seorang ilmuwan ternama yang lahir di Thus, Khurasan (kira-kira 10 mil dari Naisabur, Persia) pada tahun 450 Hijriah. Di kalangan umat Islam ia lebih dikenal dengan nama Imam Ghazali, sedangkan di kalangan intelektual Barat dia lebih masyhur dengan nama Profesor Gazelle.
Oleh: Abunabiel Al-Faqier dari Berbagai Sumber 

Imam Al-Ghazali pernah menjadi Guru Besar dan rektor pada Perguruan Tinggi Syafi’iyah “An-Nizamiyah” di Baghdad pada tahun 484 Hijriah. Dalam kitabnya “Bidayatul Hidayah”, Imam Al-Ghazali menyampaikan pesan yang sangat mendalam buat para pelajar yang menimba ilmu pengetahuan agar tidak terjeremus ke dalam ilmu yang sia-sia dan tak bermanfaat. Berikut petikan pesan beliau:
“Wahai para pelajar yang sedang berkecimpung dalam menuntut ilmu pengetahuan, yang sedang mengabdi dan menggandrungi ilmu, ketahuilah! Sesungguhnya kamu saat sekarang baru berada di tengah-tengah samudera yang luas, yang sedang kamu arungi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan memperdalamnya.”

“Ibarat orang berdagang, maka ‘akad jual-beli yang demikian adalah mendatangkan kerugian yang besar. Di samping dirimu sendiri rugi, orang yang telah mendidikmu akan merasa rugi pula, sebab mereka merasa telah memberikan pertolongan kearah maksiat, menuju jurang kehancuran.
Ibarat seorang penjual senjata, dia telah menjualnya kepada seorang penjahat di tengah jalan, senjata tersebut digunakan untuk menodong penjual itu sendiri. Demikian nasib gurumu apabila niatmu keliru di dalam menuntut ilmu pengetahuan.”

“Apabila niat dan tujuanmu di dalam menuntut ilmu semata-mata mencari keridhaan Allah, maka berbahagialah. Karena sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya, demikian juga ikan-ikan di tengah samudera meminta keridhaan dan kasih sayang Allah buatmu, sehingga segala tindak langkah yang kamu tempuh selalu dalam naungan ridha dan ampunan-Nya.”

“Sebelum kamu belajar, hendaknya terlebih dahulu kamu bersihkan hatimu dari segala kemaksiatan dan kemalasan. Ketahuilah! Apabila hatimu masih berusaha untuk menunda-nunda kesempatan baik, maka sesungguhnya hatimu telah dipengaruhi oleh hawa nafsu, emosi, dan dorongan syetan yang terkutuk. Syetan yang telah mempermainkan hatimu agar selalu berada di jurang kesesatan dan kemaksiatan. Syetan yang telah membisikkan di telingamu agar tidak mengutamakan ilmu pengetahuan. Syetan yang telah memperdayamu dengan tipu daya dan irama-irama agar engkau berilmu tapi berada dalam kesesatan.”

"Ilmu itu cahaya" dan hakekat ilmu itu bukanlah menumpuknya wawasan pengetahuan pada diri seseorang, tetapi ilmu itu adalah cahaya yang bersemayam dalam kalbu.
Kedudukan ilmu dalam Islam sangatlah penting. Rasulullah saw., bersabda: "Sesungguhnya Allah swt., para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi hingga semut dalam tanah, serta ikan di lautan benar-benar mendoakan bagi pengajar kebaikan". (HR. Tirmidzi). Nabi juga bersabda: "Terdapat dua golongan dari umatku, apabila keduanya baik, maka manusia pun menjadi baik dan jika keduanya rusak maka rusaklah semuanya, yakni golongan penguasa dan ulama" (HR. Ibnu 'Abdil Barr dan Abu Naim dengan sanad yang lemah).

Mengingat kedudukan ilmu yang penting itu, maka menuntut ilmu adalah ibadah, memahaminya adalah wujud takut kepada Allah, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya adalah sedekah dan mengingatnya adalah tasbih.

Dengan ilmu, manusia akan mengenal Allah dan menyembah-Nya. Dengan ilmu, mereka akan bertauhid dan memuja-Nya. Dengan ilmu, Allah meninggikan derajat segolongan manusia atas lainnya dan menjadikan mereka pelopor peradaban.

Oleh karena itu, sebelum menetapkan hati untuk menuntut ilmu, Imam al-Ghazali menyarankan agar para pelajar membersihkan jiwa dan hatinya dari akhlak tercela. Sebab ilmu merupakan ibadah kalbu dan salah satu bentuk pendekatan batin kepada Allah Subhanahuwata'alaa.

Sebagaimana shalat itu tidak sah kecuali dengan membersihkan diri dari hadats dan kotoran, demikian juga ibadah batin dan pembangunan kalbu dengan ilmu, akan selalu gagal jika berbagai prilaku buruk dan akhlak tercela tidak dibersihkan. Sebab kalbu yang sehat akan menjamin keselamatan manusia, sedangkan kalbu yang sakit akan menjerumuskannya pada kehancuran yang abadi. Penyakit kalbu diawali dengan ketidaktahuan tentang Sang Khalik (al-jahlu billah), dan bertambah parah dengan mengikuti hawa nafsu. Sedangkan kalbu yang sehat diawali dengan mengenal Allah (ma'rifatullah), dan vitaminnya adalah mengendalikan nafsu.

Wahai anakku yang termasuk bagian dari nasihat apa yang disampaikan oleh rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam adalah "Tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah apabila disibukannya hamba tersebut dengan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya. Orang yang kehilangan masa usianya yang tidak digunkan untuk ibadah, maka pasti ia akan mengalami penyesalan yang berkepanjangan. Barangsiapa yang sudah berumur 40 tahun, di mana kebaikannya tidak bisa menutupi keburukannya, maka bersiap-siaplah ia masuk ke dalam neraka.”

Nasehat ini cukup bagi orang-orang yang beriman. Wahai anakku, nasehat itu mudah yang sulit adalah menerima dan menjalankan nasehat tersebut.

Bagi orang yang suka menuruti bahwa nafsunya, nasehat itu terasa sangat pahit karena hal-hal yang dilarang oleh agama sangat disukai dalam hatinya. Inilah beberapa nasehat Imam Al-Ghazali, camkan dan renungkanlah !. Semoga nasehat ini menmbah ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wata'alaa.
1.    Amalakan Ilmumu.
Ilmu adalah harta yang paling berharga diantara harta-harta yang ada di dunia ini. Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Seseorang yang memiliki ilmu kemudian ilmu itu ia amalkan maka akan membawa kebaikan dan keberkahan baginya baik di dunia maupun di akhirat.
Bagi yang menuntut ilmu tetapi tidak diamalkan ilmunya tapi digunakan untuk menunjukan kehebatan dan kekuatan dirinya serta untuk tujuan hal-hal yang berbau keduniaan, maka ilmunya itu hanya akan jadi sia-sia. Yakinlah sesungguhnya ilmu yang tidak diamalkan pasti tidak ada paedahnya.
Amlakanlah ilmu walupun sedikit yang kita miliki. Sampaikanlah ilmu itu walu satu ayat, karena ilmu adalah pelita yang dapat menjadi penerang bagi orang yang sedang berada dalam kegelapan.
2.       JANGANLAH Niat Menuntut Ilmu untuk Mencari Keduniaan.
Saat menjelang ujian tiba berapa banyak malam yang kita gunkan untuk mempelajari ilmu sampai kita tidak tidur. Kita begitu semangat untuk belajar. Menghapal rumus-rumus dan materi perkuliahan lainnya menjadi kebiasaan. Jika semangat dalam belajar itu untuk tujuan mencari materi atau menarik kebutuhan duniawi atau meraih kedudukan dalam hal pangkat keduniaan atau kebanggaan diri di hadapan manusia, maka kerusakan diri pasti akan kita rasakan.
Jika niat kita belajara semata-mata untuk menghidupkan syariat nabi Muhammad dan membersihkan akhlak serta mengalahkan nafsu amarah yang selalu mengajak pada perbuatan jahat, kita tentu akan merasakan kebahagiaan dan keuntungan. Jagalah niat kita dalam menuntut ilmu semata-mata hanya untuk mencari ridha Allah dan menjemput kemuliaan yang telah di janjikannya.
3.       Ingatlah Akan Kubur.
Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara. Kematian akan memisahkan kita dengan dunia yang sering membuat manusia terlena. Kemudian kita akan sampai pada sebuah tempat yang paling ditakuti banyak manusia, yaitu alam kubur. Jika dunia ini begitu lapang, selalu indah, mempesona dan enak dipandang mata, tidak demikian halnya dengan alam kubur. Alam Kubur sangat sempit, pengap, gelap dan penuh dengan binatang yang akan mengurai jasad tubuh kita.
Jika didunia seseorang beriman dan beramal shaleh, mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah, maka ia akan merasakan kuburnya lapang dan terang. Tapi tidak demikian halnya bagi yang selama di dunia ingkar kepada Allah. Kuburnya sempit, gelap, dan binatang-binatang penghuni tanah akan segera mengurai jasadnya. Di alam kubur ini ia akan menerima sebagian siksa alloh akibat perbuatan buruknya selama di dunia.
4.       Bertahajudlah Setiap Malam.
Pada sebagaian malam bertahajudlah sebagai bentuk ibadah tambahan bagi kita. Seretlah kaki ini melangkah menuju tempat wudhu kemudian paksakan lutut kita berdiri kokoh walau kantuk begitu munguasai. Rasulullah bersabda,”Wahai pulan, janganlah engkau banyak tidur malam, sbab orang yang banyaka tidur malam itu bisa menjadikan pakir pada hari kiamat”.
Tatkala manusia berselimut mimpi pada malam yang begitu gulita, panjatkanlah do’a dan mohon ampun lah kepada Allah. Karena allah sangat menyukai hambanya yang mendirikan shalat, membaca Al-Qur’an dan berdo’a di sepertiga malam terakhir.
5.       Sesuaikan Perkataan dg. perbuatan.
Sesuaikan perkataan dengan perbuatan dan hati menjaga lisan. Allah sangat membenci hambanya yang mengatakan seusuatu tetapi tidak dilakukan dan tidak di amalakannya.
Sesungguhnya lisan yang tidak dikendalikan ucapannya dan hati yang tertutup oleh luapan syahwat merupakan tanda kerusakan. Olehkarena itu jagalah nafsu lisan dengan bertaqarrub kepada allah. Keluarkanlah perkataan yang baik-baik saja atau kalau tidak lebih baik diam.
6.       Bertaqarublah Kepada Allah.
Sesungguhnya alloh sangat dekat dengan kita, namun hal ini sering tidak kita sadari. Kita merasa jauh dari alloh,padahal jika kita melangkah kepada allah, alloh akan menghampiri kita. Kita akan merasa tentram dan tenang jika bertaqarub kepada alloh. Ada empat hal yang harus dilakukan oleh manusia yang menempuh jalan taqarub (kedekatan) kepada alloh yaitu:
-       Punya keyakinan yang benar kepada Allah dan jauh dari bid’ah.
-       Melakukan taubat nasuha dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi kemaksiatan.
-       Minta keridhaan orang yang pernah menjadi musuh kita.
-       Belajar ilmu agama supaya bias menjalankan perintah allah dengan benar.
7.    Carilah Guru dalam Bertaqarub Kepada Allah.
Apabila kita ingin memperbaiki akhlak, beribadah dan mencari kedekatan dengan Allah maka kita harus memiliki seorang guru yang dapat menunjukan dan juga dapat mengeluarkan kita dari belenggu kebodohan dan membawa kita kepada akhlak yang mulia agar tidak tersesat maka tidak sembarang orang mejadi guru. Adapun syarat menjadi guru yang pantas kita turuti antara lain:
a. Alim, Ciri-ciri orang yang alim ia berpaling dari kesenangan duniawi, ia tidak menyukai pangkat dan kedudukan. Ia juga mempunyai seorang guru alim yang sangat hati-hati terhadap barang subhat dan haram. Gurunya mempunyai gurunya lagi yang alim pula sehingga menyambung terus menerus.
b.   Berakhlak Mulia. yaitu guru yang mampu mengendalikan nafsunya, sedikit makannya, berbicara dan tidurnya. Ia memperbanyak ibadah wajib dan sunnah.
8.    Empat Perkara Harus Dilakukan.
Ada empatperkara yang seharunya dilakukan, yaitu:
-     Jadikan hubungan dg. Allah seperti seorang budak dengan tuannya.
-     Apabila kita berhubungan dengan manusia, tanamkan perasaan senang di hati kepada mereka seperti kita menyenangi diri kita sendiri.
-     Ketika mempelajari suatu ilmu, sebaiknya ilmu yang kita pelajari adalah ilmu yang bias membuat hati kita menjadi baik dan membersihkan diri dari kemaksiatan.
-     Jangan mengumpulkan harta dunia seolah-olah kita akan kekal di dunia ini. Tapi kumpulkan lah bekal akhirat dimana disanalah tempat kita abadi.
9.    Jangan Lupa Mendo’akan Orang Tua dan Guru.
Orang tua dan guru adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita merekalah orang-orang yang tidak pamrih mengharapkan kita berhasil dalam hidup ini. Tanpa mereka kita bukanlah apa-apa dan bukan pula siapa-siapa. Setiap kali berdo’a kepada alloh, sisipkanlah sepucuk pinta untuk mereka. Semoga Bermanfaat...

Source : http://taqwimislamy.com

April 21, 2013

"Cinta" -- Part-1

Akhirnya..sampai pada part pertama, tapi menjadi bagian terakhir yang saya tulis untuk bagian 'cinta'. Yang pertama itu yang paling, paling, dan paling.. pun dengan cinta saya yang PERTAMA ini. Whom? Ya, Alloh swt. Alloh lah yang paling mesti didahulukan dari semua part-part cinta yang sudah saya sampaikan sebelum-sebelumnya. Semua cinta berlabuh di part ini.

Salafush-shalih Imam Al Ghazali, beliau pernah mengisahkan tentang seorang pemuda yang sedang menyiram tanaman, lalu berpapasan dengan Nabi Isa a.s. Ada yang sudah tahu? Baik, kita lanjut..

Pemuda tersebut bertanya: "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberiku seberat dzarrah cintaku kepada-Nya". Nabi Isa menjawab: "kamu tidak akan terdaya untuk seberat dzarrah itu". Lalu pemuda itu berkata : "Wahai Nabi Isa as, kalau aku tidak terdaya untuk satu dzarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat dzarrah." Oleh karena keinginan pemuda itu mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.

Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang kembali ke tempat pemuda tsb, tetapi beliau tidak bertemu dengan pemuda itu. Maka beliau pun bertanya kepada orang lalu-lalang di daerah sekitar, dan seseorang berkata kepada Nabi Isa a.s bahwa pemuda tsb telah gila dan kini berada di atas gunung. Setelah Nabi Isa a.s mendengar penjelasan tersebut beliau langsung berdoa kepada Allah SWT, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Tak lama setelah itu, beliau melihat pemuda itu berada di antara gunung-gunung dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.

Nabi Isa a.s menghampiri pemuda itu lalu mengucapkan salam, tetapi pemuda itu tak bergeming, lalu Nabi Isa a.s berkata "Aku ini Isa a.s" kemudaian Allah SWT menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat dzarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak akan mengetahuinya."

Begitulah, sekiranya gambaran orang yang benar-benar sangat teramat cinta. Hingga tertipulah, bagi orang yang mengakui tiga perkara tapi tidak mengakui tiga hal lain:

1. Orang yang mengakui manisnya berdzikir kepada Allah, tetapi dia tetap mencintai dunia.
2. Orang yang mengakui cinta ikhlas dalam beramal, tetapi sangat ingin mendapat sanjungan dari manusia.
3. Orang yang mengakui diri cinta kepada Alloh SWT, tetapi tidak berani merendahkan diri di hadapan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, "akan datang suatu masa dimana ia mencintai lima perkara tetapi lupa kepada yang lima:
1. Mereka cinta kepada dunia, tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2. Mereka cinta kepada harta benda, tetapi mereka  lupa kepada hisab.
3. Mereka cinta kepada makhluk, tetapi mereka lupa kepada al-khaliq
4. Mereka cinta kepada dosa, tetapi lupa untuk bertaubat
5. Mereka cinta kepada kepada gedung-gedung mewah, tetapi mereka lupa kepada kubur.

Nah, itulah sobat... mengapa cinta kepada Alloh SWT penting menjadi yang utama.. agar kita tak lupa pada yang lima perkara lainnya. Whatever who you are and your perceived as. Apparently, we has been created by Alloh SWT. How come do you ignore it?


Fully love.... Alloh SWT...
Forgive me and all my brothers and sisters in all over the world. 
teaches me the easy way to understand your ayah either kauniyah or kauliyah.

Dalam kerendahan diri sujud.

Jakarta, love always my green room :)

April 08, 2013

#NtMS: 2

Di jalan cinta para pejuang, terjebak pada kepuasan hingga tak ada gairah untuk meloncat lebih tinggi adalah perangkap gawat. Maka bersyukur bukanlah berpuas. Syukur adalah mendayagunakan segenap nikmat yang telah Allah karuniakan untuk menggapai yang lebih tinggi. Yang berharta, janganlah puas dengan shadaqahnya. Yang berilmu janganlah berpuas dengan amal dan da'wahnya. Yang bernafas, janganlah puas sekedar berbaring dan duduk. Tapi bangkitlah. Berlarilah.

- Salim A. Fillah -